SBMPTN di Panlok 34 Bandung Diikuti 46.056 Perserta

SELASA, 31 MEI 2016

BANDUNG — 46.056 peserta mengikuti Seleksi bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2016 di Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung. Jumlah itu terbagi menjadi 43.056 peserta di sub-Panlok Bandung, sementara di sub-Panlok Tasikmalaya tercatat ada 3.000 peserta.

Mereka akan memperebutkan kursi di lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan. Yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Univesitas Padjajaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, dan Universitas Siliwangi (Unsil).

Setiap PTN memang memiliki kuota berbeda untuk penerimaan mahasiswanya. Namun dibandingkan PTN lain, Unpad akan menjaring mahasiswa lebih banyak.

“Untuk jalur SBMPTN kita menerima 3.074 orang,” kata Rektor Unpad, Tri Hanggono Achmad di Kampus ITB, Kota Bandung, Selasa (31/5/2016).

Sedangkan kuota terbanyak kedua adalah UPI, yakni 2.123 orang. Berikutnya ITB 1.499 orang. Adapun Unsil 776 orang dan UIN 624 orang. Demikian nantinya yang lulus lewat jalur SBMPTN dari kelima PTN tersebut adalah 8.096 orang.

Unpad juga terbanyak menerima lulusan pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yakni 3.074 orang. Diikuti UPI 2.828 orang, ITB 2.258 orang, Unsil 1.034 orang dan UIN 832 orang.

Sedangkan pada alur mandiri hanya ditimpung oleh UPI sebanyak 2.264 orang, Unsil 775 orang, dan UIN 624 orang.

Dari keseluruhan jalur, baik SBMPTN, SNMPTN dan mandiri, UPI terbanyak akan menerima mahasiswa, mencapai 7.055 orang. Unpad sendiri menerima 6.148 orang, ITB 3.757 orang, Unsil 2.585 orang dan UIN 2.080 orang. Demikian kuota seluruh PTN lewat seluruh jalur nantinya akan menerima 21.625 mahasiswa.

Sekretaris Eksekutif I Panlok 34 Bandung SBMPTN 2016 Asep Gana Suganda menyampaikan, pihaknya mengerahkan 4.608 tenaga pengawas. Terbagi dari 4.308 orang untuk di sub-Panlok Bandung dan 300 orang di sub-Panlok Tasikmalaya.

“Untuk yang lokasi ujiannya di kampus, pengawasnya adalah dosen dan mahasiswa. Untuk di sekolah tenaga pengawasnya adalah guru dan tenaga pendidik lainnya,” jelas Asep.

Sambungnya, lokasi SBMPTN disebar pada 233 lokasi. Terbagi di SD negeri, SMP negeri dan swasta, SMA negeri dan swasta serta kejuruan. Juga ada yang di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Di Bandung sendiri ditempatkan pada 218 lokasi sementara di Tasikmalaya 15 lokasi.

“Untuk ruangan, totalnya ada 2.304 ruang yang dipakai sebagai lokasi ujian yaitu 2.154 ruangan di Bandung dan 150 ruangan di Tasikmalaya,” paparnya.

Lebih lanjut, ia berharap SBMPTN Tahun ini berjalan sesuai dengan harapan. Asep ingin para peserta bisa mengikuti ujian dengan teratur. Pihaknya tak memperkenankan para peserta menggunakan alat komunikasi selama ujian. Termasuk menggunakan jam tangan.

“Semua alat komunikasi tidak boleh, arloji harus di simpan di tasnya, biasanya banyak yang pakai arloji, kami sering menemukan di ujian biasa juga, itu tidak boleh,” katanya.

Tak hanya itu, Asep pun meminta para peserta bisa berlaku jujur untuk masuk ke PTN pilhannya. Artinya, jangan sampai tergoda oleh orang yang menawarkan jasa bisa lulus dengan instan.

“Jangan percaya juga kalau ada yang menawarkan, atau soal-soal bocoran,” pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...