SENIN, 16 MEI 2016
LAMPUNG — Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Penengahan, Jamaludin, melakukan peninjauan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) tingkat SD sederajat di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.

Sebanyak 30 sekolah dasar di Kecamatan Penengahan dipastikan menjadi penyelenggara pelaksanaan US tingkat SD di tahun ajaran 2015/2016 yang akan berlangsung dari tanggal 16 hingga 18 Mei 2016. Pihaknya memastikan persiapan para siswa oleh setiap sekolah dan pendistribusian soal berjalan lancar.
“Setiap sekolah dengan guru-gurunya telah mempersiapkan jauh jauh hari agar semua siswa bisa mengerjakan soal dengan baik dan semoga berjalan dengan lancar,”ungkap Jamaludin kepada Cendana News, Senin (16/5/2016).
Pelaksanaan US yang berlangsung sejak tanggal 16 hingga18 Mei 2016 diikuti oleh para siswa dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sementara untuk US paket A terdiri dari Matematika, Bahasa Indonesia, IPS dan PKN.
Peserta US di Provinsi Lampung berdasarkan data mencapai sekitar 133.556 siswa Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 13.889 siswa dan peserta paket A diikuti sebanyak 768 siswa dengan total keseluruhan 147.392 peserta US.
Khusus di Kecamatan Penengahan, Jamaludin mengungkapkan saat ini ada tren sejumlah sekolah dasar memiliki siswa kurang dari 100 dari kelas I hingga kelas VI. Kekurangan siswa tersebut menurut Jamaludin salah satu faktornya karena beberapa desa memiliki warga yang terbatas khususnya anak usia sekolah dasar.
Ke depan beberapa sekolah bahkan diusulkan digabungkan jika jumlah siswa semakin menurun demi efesiensi dan faktor sekolah yang cukup berdekatan. Penggabungan sekolah dasar dilakukan agar pelaksanaan US sekolah dasar serta kegiatan belajar mengajar lebih mudah bagi para guru dan siswa.
“Terlalu banyak siswa juga akan memiliki dampak bagi penambahan ruangan namun terlalu sedikit siswa juga tidak efesien bagi tenaga pendidik”ungkapnya.
Sebanyak 30 sekolah dasar di Kecamatan Penengahan tersebut beberapa diantaranya kondisi bangunan bahkan sudah tidak layak bahkan nyaris roboh. Pelaksanaan US terpaksa dilakukan di ruangan yang lebih aman karena sebagian bangunan sekolah sudah berdiri sejak tahun 1980.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 1 Pasuruan Suroto menyebutkan, pelaksanaan UN hari pertama diikuti sebanyak 26 siswa yang dibagi menjadi dua ruangan. Sebanyak 20 siswa mengerjakan soal di ruangan A dan sebanyak 6 siswa mengerjakan soal di ruangan B dengan diawasi oleh guru pengawas dari sekolah berbeda.
“Selama pelaksanaan US kelas VI siswa lain diliburkan untuk memberi ketenangan siswa dalam mengerjakan soal soal ujian”ungkap Suroto.
[Henk Widi]