SELASA, 17 MEI 2016
MAUMERE—Para pembalap yang terlibat dalam Tour de Flores merasa terharu dan kaget saat mendapat penyambutan secara adat dengan ritual Huler Wair, memerciki air kelapa muda kepada setiap peserta yang tiba di bandara Frans Seda Maumere.

Beberapa pembalap mengakui, ini moment yang luar biasa dan tidak mereka dapatkan di daerah lain saat mereka mengikuti tour. Ritual penyambutan dengan tarian yang memperlihatkan seorang lelaki tekentang di atas ujung banbu yang di tancapkan di tanah sangat luar biasa bagi para peserta.
“Ini magical moment sesuatu yang sangat luar biasa dan saya tidak dapatkan di tempat lain,” sebut Jamaluddin Mahmud Rice Director Tour de Flores kepada Cendana News di bandara Frans Seda, Senin (16/5/2016).
Dikatakan Jamaluddin, mengatakan penyambutan yang menjadi otak tour sepeda di beberapa negara,saat di Flores dirinya mendapatkan kesan berbeda dan dirinya merasa terharu. Bagi Jamaluddin, ini moment khusus bagi dirinya,
![]() |
| Para pembalap saat disambut dengan ritual adat Huler Wair |
“Ini moment langka dan sangat amazing buat saya,” sebutnya.
Cameron Timothy pembalap asal Australis dari team St.George Merida pun merasakan hal yang sama. Cameron mengaku sangat senang disambut secara adat dimana makna ritual ini bias memberikan keselamatan dan memberikan kekuatan serta kesejukan saat berada di Flores.
“Ini sesuatu yang sangat terkesan magic dan sungguh luar biasa, Saya sangat senang disambut secara adat,” tutur Caneron.
Robert Epedando panitia dari EO pusat saat ditanyai Cendana News menyebutkan, dirinya pun diberitahukan hal ini oleh para peserta saat ditanyai. Bagi Robert kesan yang didapat peserta sesuai dengan tagline TdF yakni Flores the mazing Land.
![]() |
| Para pembalap terkesima menyaksikan tarian perang Tua Reta Lou |
Robert harapkan seluruh masyarakat Flores mendukung dan menyukseskan acara ini karena ini even dunia pertama di NTT dan terjadi di Flores.Even ini kata Robert, bukan pertama dan terakhir kali tapi diharapkan rutin setiap tahun diselenggarakan seiring dengan animo dunia yang sangat mencintai pemadangan Flores yang sangat indah.
“Nilai jualnya adalah Flores lalu kita kreasikan dengan even internasional jadi ketemulah,” ungkapnya.
Dipaparkan Robert, start dimulai tanggal 19 Mei di Larantuka Flores timur dengan dilepas oleh Menko Maritim dan akan berakhir di Labuan Bajo Manggarai Barat dengan penyambutan dan upacara penutupan yang dihadiri Kapolri.
Untuk menteri yang melakukan pelepasan pembalap di setiap kabupaten sampai saat ini terang Robert, pihaknya belum mendpata kepastian kehadiran menteri di 2 kabupaten yakni Ngada dan Sikka.Sementara untuk kabupaten Ende beber Robert, peserta akan diterima dan dilepas oleh menteri Perindustrian dan Manggarai oleh Menpora. (Ebed De Rosary)

