KMNS: Pemainan Tradisional dan Bahasa Sunda Harus Dilestarikan

MINGGU, 22 MEI 2016

BANDUNG — Komunitas Nasional Masyarakat Sunda (KMNS) soroti jati diri Jawa Barat (Jabar) yang kini kian  luntur. Salah satu indikasinya, generasi muda sudah jarang memainkan permainan tradisional khas daerah tersebut. 

Penggagas KNMS, Tatto Sutamto prihatin melihat kondisi itu. Menurutnya, dengan memainkan permainan tradisional otomatis ikut serta dalam melestarikan budaya lokal.
“Padahal, keberadaan permainan itu sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak,” ujar Tatto di Monumen Perjuangan, Bandung, Minggu (22/5/2016).
Kesalahanya metode pendidikan yang diterapkan kepada generasi saat ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor kearifan lokal di Tatar Pasundan menjadi bias. Dimana anak-anak terlalu dini dijejali oleh pendidikan formal.
“Anak kecil terlalu banyak diberi buku. Di Australia cukup Calistung (baca, tulis, berhitung), bergambar, nyanyi, dan bermain. Diarahkan dulu ke permainan local wisdom. Itu bagus,” katanya.
Selain itu, Tatto juga melihat penggunaan Bahasa Sunda sudah mulai ditinggalkan masyarakat Jabar. Disamping menguasai bahasa nasional, seharusnya masyarakat pun jangan sampai melupakan ‘Bahasa Ibu’.
“Bagaimana bisa memahami kearifan lokal Sunda kalau tidak hafal bahasanya,” ucapnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk berkontirbusi dalam menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Jabar. Sebab budaya adalah salah satu kekayaan di negeri ini. 
“Mari kita bersama-sama mengembalikan kearifan lokal,” tukasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...