Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang Sebagai Bentuk Protes

RABU, 11 MEI 2016

SOLO —- Warga di Dusun Sanggir, Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah,  menanam pohon pisang di tengah jalan. Aksi ini buntut kekesalan warga karena jalan rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.  


Perwakilan warga Catur Widodo,  mengatakan aksi tanam pohon pisang ini karena jalan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar telah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Menurut Catur, warga telah berulang kali mengajukan ke tingkat Kecamatan, hingga Kabupaten, melalui musyawarah rencana rencana pembangunan (Musrengbang), namun tetap tidak kunjung diperbaiki. 
“Inilah bentuk protes warga, karena apa yang kita sampaikan untuk jalan rusak tidak juga didengar dan ditindaklanjuti,” ujar Catur kepada Cendana News, Rabu (11/5/16). 
Lebih lanjut Catur mengatakan, karena rusaknya parah, jalan penghubung antar desa dan jalur alternatif Karangnyar–Sukoharjo itu sering membahayakan pengguna jalan. Sebab, tidak sedikit warga jatuh di kubangan jalan rusak tersebut. “Banyak yang jatuh mas warganya. Apalagi kalau malam setelah hujan, jalan rusak dan licin,” paparnya. 
Menurutnya warga sudah bosan dengan janji-janji pemerintah yang selama ini tidak ditepati. Warga juga berulang kali melakukan perbaikan secara swadaya, namun kembali rusak dan tidak diperhatikan dari dinas terkait. 

“Warga telah berulang kali dijanjikan akan diperbaiki, tapi tetap saja hingga sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Warga sudah bosan dengan janji-janji,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Paulan, Joko Margono, membenarkan jika warga sudah berulang kali mengajukan agar jalan rusak diperbaiki. Namun hingga ada warga aksi tanam pohon, jalan rusak tetap saja belum ditangani. 
“Ini jalan PU, pihak desa sebenarnya sudah berulang kali memperbaiki, tapi rusak lagi,” terangnya. 
Ditambahkan Kades Paulan, Sejak 2005, jalan penghubung antar desa itu  belum ada perbaikan sama sekali. Pihak desa juga telah mengusulkan melalui Musrengbangcam dan Murengbangkab, namun selama ini usulan terhenti di Kabupaten. 
“Jadi wajar jika warga marah dan aksi tanam pohon pisang di jalan,” tekannya. 
Pihak desa baru dapat informasi jalan rusak itu akan diperbaiki pada 2017. Karena terlalu lama, warga mendesak agar pihak DPU Karanganyar untuk memperbaiki sementara agar tidak membahayakan pengguna jalan. 
“Setelah ada aksi baru DPU memberi kejelasan akan ada perbaikan. Kita sebenarnya tidak mau seperti ini, tapi sepertinya sudah kelewatan, maka warga gelar aksi tersebut,” pungkasnya. (Harun Alrosid)
Lihat juga...