SOLO —- Isu akan lahirnya kembali paham komunis di Indonesia yang mulai marak di media sosial, sedikit banyak mulai membuat masyarakat resah. Guna mengantisipasi lahirnya kembali paham yang dapat memecah belah NKRI ini, warga di Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Senin malam (95/16), membentuk Forum Komunikasi Pemolisian Masyarakat (FKPM).

Lahirnya FKPM Kauman, yang notabene basis kampung santri di Kota Bengawan ini, diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menciptakan kondisi yang aman dan tentram dari isu terkait bangkitnya kembali komunisme.
Lebih lanjut Yuris menyatakan, jika isu-isu akan lahirnya paham komunis mulai meresahkan warga. Berbagai upaya untuk menangkal paham yang dapat merusak nasionalisme itu tengah digalakkan warga di Kauman. Diantaranya, menguatkan gotong royong , meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya orang asing, serta meningkatkan pemahaman tentang keagamaan dan memperbanyak ibadah.
“Karena di Kauman ini mayoritas muslim, kita kuatkan dengan meningkatkan ibadah. Setiap hari kita selalu siaga dan patroli keliling kampung, untuk memantau keamanan dan ketertiban warga,” terangnya.
Ditambahkan Yuris, lahirnya FKPM selain untuk menangkal lahirnya paham komunis, juga lahirnya paham-paham lain yang dapat mengancam kesatuan dan persatuan Indonesia seperti ISIS.
Kegiatan ini juga dihadiri pihak pemerintah Pemkot Solo, yang diwakili Lurah Kauman, Kapolsek Pasar Kliwon, serta perwakilan dari Koramil Pasar Kliwon.