JUMAT, 8 APRIL 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti
SURABAYA — Menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tentunya membutuhkan usaha yang keras dan gigih. Pasalnya terbukanya peluang bekerja diluar negeri semakin terbuka lebar. Menyadari hal itu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Bahasa Inggris Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar ‘International Culture Festival and Celebration’ dimana bukan hanya bahasa namun juga budaya dari negara lain juga diperkenalkan.

Kepala Jurusan (Kajur) Bahasa Inggris UKWMS, Paulus Hady S. Winarlim menjelaskan, sekarang bukan lagi penguasaan bahasa supaya bisa beradaptasi dengan lingkungan baru namun juga budaya penting untuk diketahui.
“Ini merupakan kegiatan kebudayaan dengan mengundang perwakilan asing. Kebudayaan bagian tidak terpisahkan dari suatu negara,” jelasnya kepada Cendana News, Jumat (8/4/2016).
Perwakilan negara yang diundang ada Prancis, Bellarus, Spanyol, Belanda, Jerman serta komunitas Hakka yang memperkenalkan budaya dan sejarah China di Indonesia.
“Ada 150 peserta yang hadir, mereka tidak hanya disuguhkan presentasi namun juga diajarkan belajar bahasa Prancis, Bellarus bahkan belajar kaligrafi huruf China dan membuat lentera,” tukasnya.
Selain memperkenalkan budaya lewat presentasi juga ada stand khusus bagi tiap negara yang berpartisipasi. Untuk Indonesia sendiri memperkenalkan kuliner khas Surabaya yakni pecel semanggi.
“Selain itu juga ada tari Tanjung Perak dan Remong,” imbuhnya.
Meski baru pertama kali digelar acara ini memiliki sambutan yang luar biasa dari para peserta. Diharapkan tahun depan bisa lebih banyak lagi perwakilan negara yang lain.
“Danial dari Afrika bahkan terkesan dengan pecel kita, itu berarti antusiasme pengenalan budaya sangat baik,” pungkasnya.