SABTU, 9 APRIL 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram
KUBU RAYA — Sudah menjadi tradisi masyarakat yang berasal dari Jawa Tengah yang berada di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat setiap tahunnya melakukan tradisi Badho. Sebuah tradisi berkumpul sesama disebuah tempat.

Semua kepala keluarga membuat ketupat yang berisi nasi dan lepet (berisi ketan, kelapa, dan kacang merah). Kemudian membawa makanan tersebut ke tempat yang disakralkan.
“Dahulu di persimpangan jalan atau dil apangan terbuka. Sekarang dilakukan di halaman Masjid. Untuk dido’akan oleh tetua adat atau kepala kampung,” tutur Edy Suhairul, tokoh masyarakat setempat, Jumat (8/4/2016).

Tujuan dari Badho Ketupat, jelas Edy agar masyarakat kampung dan seisinya mendapat perlindungan keselamatan serta melimpah rezekinya.
“Setelah dido’akan kemudian dimakan bersama. Dan yang tersisa kemudian saling ditukar sesama warga. Ada juga dibawa pulang untuk diberikan kepada anak dan istri mereka di rumah,” ucapnya.
Haji Ali Masduki, Tetua Kampung menuturkan, tradisi Badho Ketupat ini sudah sejak lama dilakukan. “Selama bertahun tahun dan turun temurun. Kami tidak akan melupakan tradisi ini. Karena kalau tidak kami lakukan, takut ada hal-hal atau musibah di kampung kami,” jelasnya yang merupakan Imam Masjid di wilayah tersebut.
Haji Ali mengatakan, sekaligus juga sebagai ajang pertemuan semua keluarga. “Baik yang masih di sini maupun yang sudah merantau atau bekerja di kampung orang. Mereka akan pulang dan berdoa bersama-sama kami,” jelasnya.

Tradisi Badho Ketupat ini pun tak dilewatkan masyarakat setempat. Mereka berdatangan bersama keluarga. Adalah Samingin. Ia adalah warga setempat yang sudah terbiasa ikut acara itu.
“Pokoknya setiap tahun saya selalu ikut. Karena ini kan sudah tradisi di sini,” katanya yang saat itu ia datang bersama 8 orang anaknya.