KAMIS, 29 APRIL 2016
BANDUNG — Suasana Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, mendadak kacau balau, pada Jumat (29/4/2016). Kepanikan ditenggarai akibat adanya asap tebal dan ledakan dari ruang gizi lantai tiga.

Asap menjalar hingga ke lantai dua, praktis mengakibatkan para petugas medis dan beberapa masyarakat yang berada di dalam berhamburan keluar. Puluhan pasien pun akhirnya bisa di evakuasi, termasuk ibu hamil yang hendak melahirkan. Sambil menjalani perawatan medis, para korban dibaringkan di halaman RSKIA.
Tak berselang lama, empat Kendaraan Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (Dinkar) Kota Bandung tiba ke lokasi. Petugas Dinkar dibantu Kepolisian dan TNI, akhirnya dapat memadamkan titik api dan mengamankan pasien yang terjebak di lantai dua dan lantai tiga.
Kepanikan yang terjadi selama setengah jam dari pukul 14.00 WIB tersebut hanyalah simulasi tanggap darurat kebakaran.
Direktur Utama RSKIA, Nina Manarosana menyampaikan kegiatan ini agar menjamin pasien mendapat keutamaan keselamatan. “Kami tidak berharap ada kebakaran, tapi ini lebih ke menyiapkan. Ini baru yang pertama, tapi kami pelatihannya berminggu-minggu,” tutur Nina di lokasi.
Yang terpenting setelah menjalani simulasi ini pihaknya bisa lebih cekatan dalam menanggapi bencana, khususnya kebakaran. (Rianto Nudiansyah)
“Yang lebih utama meningkatkan kemampuan RSKIA Kota Bandung agar bisa semaksimal mungkin pelayanan ke pasien,” ulasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Pembinaan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung, Wawan Sungkawa menyampaikan simulasi ini adalah pembekalan kepada karyawan RSKIA mulai dari tingkat bawah sampai manajemen.
“Setelah pembekaan kita ujicoba sejauh mana keterampilan mengantisipasi bencana kebakaran,” ucap Wawan. (Rianto Nudiansyah)