SD Muhammadiyah 4 Pucang Juarai Robocup Open Singapura 2016

SELASA, 5 APRIL 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA — Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 4 Pucang kembali berhasil menyabet juara 1 dalam ajang kompetisi bergengsi perlombaan robot ‘Robocup Open Singapura 2016’ pada tanggal 30 Maret hingga 2 April 2016 di Singapura.
Piala Juara 1 perlombaan robot
Tim dari siswa kelaz 6 ini yakni Firman Fathoni, Alwansyah Muhammad dan Gatra Reyhansyah menjuarai kategori ‘Rescue Primary’ mengalahkan China. Robot yang mereka gunakan untuk lomba diberi nama ‘Roborush’ yang bertugas mengambil bola, cek poin dan lintasan yang tidak biasa karena terdapat rintangan.
“Namun semua kesulitan kami lalui dengan baik dan terbukti anak-anak kami mampu menjadi juara di ajang internasional,” ucap Guru Ekstrakurikuler Robotik, Endik Setyawan kepada Cendana News di Laboratorium Robotika, Selasa (5/4/2016).
SD Muhammadiyah 4 Pucang berhasil mengalahkan 16 tim dari beberapa negara Asia seperti China, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, Thailand, Malaysia dan seterusnya. Dan hanya tim yang menang saat lomba di Singapura saja yang nantinya akan diikutkan dalam ajang kompetisi Robocup tingkat dunia di Leipzig, Jerman pada tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2016 mendatang.
“Dari Indonesia, kami lah satu-satunya tim yang berangkat ke Jerman. Negara yang lain ada China dan Singapura,” cakapnya.
Endik mengaku persiapan timnya dilakukan hanya 3 minggu sebelum keberangkatan ke Singapura dan masing-masing anggota didalam tim memiliki tugas, orang pertama menjadi pengemudi yang mengontrol pergerakan robot, orang kedua bertugas mengecek lapangan dan orang ketiga bertugas mengecek program.
“Modal untuk membuat robot sendiri membutuhkan dana sebesar Rp 3,5 juta,” tukasnya.
Tim yang diketuai oleh Firman ini berharap saat mengikuti kompetisi ‘Robocup’ di Jerman bisa menyabet juara satu. Dirinya bersama tim tengah melakukan berbagai persiapan dengan cara pengoperasian robot dipermudah.
“Pengoperasian robot dibuat lebih mudah dan yang paling penting mental kami,” pungkasnya.
Lihat juga...