KAMIS, 7 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah
BANDUNG — Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar), Rafani Achyar meminta pihaknya dilibatkan menjadi tim seleksi dalam penerbitan buku yang menyangkut agama Islam. Hal ini dilatarbelakangi ditemukannya buku berjudul ‘Ahlak Mulia’, sebagai buku agama Islam Kelas 1 Sekolah Dasar (SD), di Majalengka, Jawa Barat, pada awal April 2016 ini.
![]() |
| Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar |
Pada buku tersebut mencantumkan nama Nabi Zahra AS bersama 24 Rasul lainnya. Padahal nabi Zahra AS sendiri tidak dikenal sebagai rasul, sehingga dikhawatirkan menyesatkan.
“Setiap penerbitan buku harus ada tim seleksi yag melibatkan dari berbagai unsur, karena ini buku Agama maka unsur Agamawan dalam hal ini MUI seharusnya dilibatkan,” tutur Rafani di Kantor MUI Jabar, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (7/4/2016).
Bila kesalahan terjadi pada redaksional memang lumrah terjadi. Namun bila menyangkut nama nabi, menurutnya tak bisa ditoleransi. Diketahui, pada buku tersebut pihak penerbit justru tidak menulis Nabi Yusuf yang seharusnya ada pada urutan 11.
“Kalau kesalahan dari pengetikan atau percetakan itu biasa, tapi tidak boleh terjadi apalagi ini hal yang fatal,” ujarnya.
Menyangkut buku untuk ajaran di sekolah, dia sampaikan, yang lebih berperan untuk menseleksi adalah Dinas Pendidikan (Disdik). Pihaknya sempat mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk tim seleksi, namun hingga kini tidak pernah terwujud.
Rafani pun pernah menemukan kasus hampir serupa, untuk buku bahasa Sunda. Dimana isinya menyamaratakan Agama dengan kebudayaan. Dia tak ingin kejadian yang sama kembali terulang.
“Mau buku bahasa, mau pengetahuan umum kalau kontennya memuat soal agama cobalah melibatkan tim dari agamawan,” ujarnya.
Seperti diketahui, buku ‘Ahlak Mulia’ tersebut diterbitkan oleh Pelita Ilmu, Bandung, tahun 2007, karangan H. Nandang Koswara MPd. dam Asep Saeful Muharam SAg.