Ical: Kalah di Munaslub Golkar Jangan Bikin Partai Baru

SABTU, 23 APRIL 2016
Editor : Rustam Djamaluddin
BANDUNG — Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie berharap bakal calon ketua umum (caketum) bisa menerimakan kekalahan, seandainya tidak terpilih dalam Musyawarah Nasional Luar biasa (Munaslub). Hal ini dititik beratkan untuk caketum  Erlangga Hartanto, Azis Samsudin, Setya Novanto, Idrus Marham dan Ade Komarudin.


Menurut Ical (sapaan Aburizal Bakri), kelimanya adalah calon pemimpin Partai Golkar dimasa yang akan datang. “Tidak boleh pada saat kalah membentuk partai baru. Yang lalu-lalu kalau sudah ada Munas kemudian kalah membentuk partai baru,” imbau Ical dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) IX 2016 di Hotel Grand Aquila, Kota Bandung, Sabtu (23/4/2016).
Dia berharap, seluruh kader Partai Golkar kian kompak. Sehingga bisa berkontribusi besar untuk pembangunan bangsa. Artinya, kalah maupun menang harus bisa diterima dengan lapang dada.
“Pak Agung (Laksono) saja enggak bikin partai baru. 2014 kita sepakat tidak akan bikin partai baru. Saya gembira sekali tidak ada partai baru,” paparnya.
Kedatangan Ical ke Kota Bandung, yakni untuk mengikuti Musda IX 2016. Dia kaget ketika mengetahui Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Jabar,  Irianto MS Syafiuddin (Yance) menyatakan mundur dari bursa pencalonan Ketua DPD Jabar.
“Saya tadi sempat terkejut, padahal 10 hari lalu dia (Yance) masih mengatakan akan maju lagi (dalam Musda),” ujar Ical.
Sementara itu, Yance memberikan mandat kepada Dedi Mulyadi untuk menjadi Ketua DPD Golkar Jabar selanjutnya. Dia menyatakan mendukung penuh Dedi untuk maju, demi kebesaran Partai Golkar. 
“Saya serahkan kepada Dedi Mulyadi dengan syarat perbaiki dewan pertimbangan, perbaiki seluruh DPD se-Jawa Barat, perbaiki kabupaten/kota di Jawa Barat,” kata Yance.
Adapun Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, Pulihono memandang keputusan mundurnya Yance patut dijadikan panutan. “Baru hari ini beliau mengumumkan mundur. Banyak yang tidak tahu Bapak akan ambil sikap seperti itu. Itu jiwa besar beliau yang patut dicontoh,” kata Pulihono. 
( Rianto Nurdiansyah)
Lihat juga...