JUMAT, 29 APRIL 2016
SUMENEP — Jauhnya jarak tempuh menuju ke sejumlah pulau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat Dinas Pendidikan daerah setempat memprioritaskan pendistribusian naskah soal Ujian Nasional (UN) Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) lebih awal. Pasalnya dengan letak geografis yang masih membutuhkan transportasi jalur laut memang perlu diperhatikan secara serius.
Dalam setiap tahun pendistribusian naskah soal Ujian Nasional untuk wilayah kepulauan memang lebih diutamakan, karena sewaktu-waktu kondisi cuaca terkadang sangat tidak memungkinkan, sehingga apabila tidak ada jadwal kapal kemungkinan besar distribusi naskah soal tersebut akan terlambat.
“Untuk distribusi naskah soal Ujian Nasional untuk kepulauan memang kami dahulukan, karena letak geografis masih membutuhkan perjalanan waktu cukup lama, tetapi meski dikirim lebih awal kami jamin tidak akan bocor,” kata A. Shadik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Jumat (29/4/2016).
Disebutkan, bahwa pendistribusian naskah lebih awal untuk wilayah kepulauan merupakan bentuk antisipasi keterlambatan, karena kondisi cuaca di jalur laut sangat tidak menentu. Jika didistribusikan dalam waktu dekat terhadap pelaksanaan, maka khawatir terjadi cuaca ekstrem, sehingga soal tersebut tidak akan bisa terdistribusikan.
“Kondisi cuaca kan kadang tidak menentu, kami khawatir tiba-tiba kondisi cuaca sedang buruk, apalagi kalau ke daerah pulau yang jauh masih harus menyesuaikan jadwal kapal, makanya ini sudah disesuaikan dengan jadwal kapal,” jelasnya.
Hingga saat ini distribusi naskah Ujian Nasional untuk wilayah kepulauan hanya baru satu, yaitu Pulau Masalembu, namun untuk berikutnya masih menunggu jadwal kapal ke pulau-pulau tersebut, seperti, Sapeken, Sepudi dan Kangean. Sedangkan untuk kepulauan terdekat, seperti Giligenting dan Talango tidak menjadi prioritas, karena selain jarak yang tidak terlalu jauh, setiap hari dipastikan ada perahu yang beroperasi ke pulau tersebut.
Sementara lembaga yang akan melaksanan Ujian Nasional pada tanggal 9 Mei 2016 di kepulauan secara keseluruhan sebanyak, 110 lembaga. Diantaranya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 35 lembaga, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 75 lembaga dan Paket B sebanyak, 12 lembaga.
Sedangkan untuk siswa yang menjadi peserta Ujian Nasional untuk wilayah kepulauan secara keseluruhan sebanyak, 3.777 siswa. Dengan rincian Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 1.627 siswa, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 2.150 siswa dan Paket B sebanyak, 285 siswa.(M. Fahrul)