4.548 Siswa SMA SMK di Sikka Mengikuti Ujian Nasional

SENIN, 4 APRIL 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary

MAUMERE — 4.548 pelajar dari 2.811 siswa di 20 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 1.737 siswa dari 12 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Nasional di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/4/2016). 
 Siswa yang sedang mengikuti UNBK di SMAS Katolik John Paul II Maumere
Dari 32 sekolah, empat diantaranya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Yakni SMAS Katolik St.John Paul II, SMKN 1 Maumere, SMK Yohanes XXIII dan SMK St.Gabriel Maumeere. Sedangkan sekolah lainnya masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) 
Hal ini disampaikan kepala dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Sikka, Simon Subsidi kepada Cendana News di sela-sela kegiatan memantau pelaksanaan ujian nasional di sekolah-sekolah, Senin (4/4/2016). 
Dikatakan Simon, butuh kesiapan infrastruktur sekolah agar bisa menjalankan ujian berbasis komputer.
“Untuk SMA dan SMK urusannya tahun 2017 akan dialihkan ke provinsi, kita harapkan 3 sampai 4 tahun ke depan semuanya sudah berbasis komputer,” ujarnya.
Target kelulusan kabupaten Sikka tahun 2016 beber Simon yakni 100 persen. Persiapan yang dilakukan di tingkat sekoalh dan dinas terang Simon yakni dengan mengadakan pertemuan bersama orangtua murid, guru dan kepala sekolah. 
Dinas PPO Sikka bekerjasama dengan sebuah penerbit untuk mengajarkan siswa mengerjakan kisi-kisi soal untuk bidang studi Fisika, Bahasa Indoensia, Ekonomi, Matematika dan Bahasa Inggris.
Untuk sekolah yang menyelenggarakan UNBK pelaksanaan ujian berlangsung dari Senin (4/4/2016) hingga Kamis (7/4/2016) serta dilanjutkan lagi Senin (11/4/2016) sampai Selasa (12/4/2016).Ujian dilaksanakan 3 sesi dari jam 07.30 wita hingga 16.00wita. Sementara untuk peserta UNKP berlangsung Senin (4/4/2016) sampai Kamis (7/4/2016).
Kepala dinas PPO Sikka, Simon Subsidi,SSos (kanan) saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMAS Katolik St.Joohn Paul II Maumere didampingi RD Fideilis Dua,MTh
Kesiapan Infrastruktur
Adanya persoalan PLN terkait sering padamnya listrik secara bergilir selama 3 sampai 4 jam sehari secara bergiliran, dari dinas juga sudah membuat surat yang ditandatangani Bupati Sikka yang dikirim ke PT.PLN dan PT.Telkom  agar selama pelaksanaan ujian nasional  tidak terjadi gangguan.
“Kami berterima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan UN ini yakni pihak sekolah, orang tua murid, kepolisian, rekan pers dan semua komponen yang terlibat dalam penyuksesan ujian ini,” pungkasnya.
Kepala sekolah SMASK St.John Paul II, RD. Fidelis Dua kepada Cendana News mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti ujian nasioanl di sekolahnya sebanyak 167 siswa yang berasal dari 3 program studi. Dari IPS jelas Romo Fidel mencapai 102 peserta. Jurusan Bahasa berjumlah 38 siswa sementara jurusan IPA 28 peserta. UNBK di sekolahnya sambung Romo Fidel menggunakan dua laboratorium.
“Murid tidak mengalami kesulitan karena kami sudah lakukan 3 kali simulasi sebelumnya. Dengan sistem online juga bisa meminimalisir kesalahan dan siswa bisa memilih menyelesaikan soal yang mudah baru ke soal yang sulit,” ungkap Romo Fidel.
Sementara itu  kepala sekolah SMAK Frateran Maumere Frater M Polikarpus BHK SE MPd, yang ditemui Cendana News di hari yang sama menyebutkan, sekolahnya melasanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil. Jumlah peserta UN di sekolahnya jelas Frater Poly sebanyak 235 orang dengan memakai 14 ruang kelas. Dari jumlah tersebut, jurusan IPA sebanyak 103 siswa, IPS 107 siswa sementara sisanya jurusan Bahasa sebanyak 25 orang.
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP)  atau Paper Based Test(PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Pada penyelenggaraan UNBK tahun 2016 menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). 
UNBK hanya diselenggarakan pada sekolah yang sudah siap baik, dari infrastruktur, SDM, maupun peserta. Infrastruktur sejauh mungkin memanfaatkan laboratorium komputer yang ada di sekolah. Sekolah calon penyelenggara UNBK pada tahun 2016 tidak diperkenankan untuk memaksakan diri membeli/menyewa komputer dengan membebani orang tua siswa.
Lihat juga...