Tim Litbang Korlantas Mabes Polri Tinjau Fasilitas Pelabuhan Bakauheni

KAMIS, 31 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Tim penelitian dan pengembangan (litbang) dari Korlantas markas besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke beberapa fasilitas penunjang di area Pelabuhan Bakauheni Lampung yang dikelola oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni.
Kunjungan tim Litbang Mabes Polri
Tim terdiri dari AKBP. Syamsudin Djanieg, AKBP. Wadi, DR. Mulyana, Penda I. Fajar Istiono serta beberapa anggota tim dari Litbang Mabes Polri. Pertemuan dengan berbagai instansi terkait lalulintas dan pelayanan pelabuhan yang dilakukan di aula PT ASDP Bakauheni juga dihadiri oleh OPP Merak, KSOP Bakauheni, Dishub Lampung Selatan, Gapasdap, PT Mata Pencil selaku pengelola penjualan tiket serta instansi terkait yang terlibat dalam pelayanan di Pelabuhan Bakauheni.
AKBP. Syamsudin Djanieg, dalam pemaparannya menyebutkan, kedatangan tim Litbang dari Korlantas Mabes Polri untuk melihat dari dekat pelaksanaan pelayanan di pelabuhan penyeberangan lintasan Selat Sunda yang dari tahun ke tahun mengalami kejadian kemacetan dan beberapa persoalan berhubungan dengan lalu lintas.
“Kami melakukan peninjauan untuk mengecek arus lalulintas di pelabuhan Merak dan pola pelayanan di pelabuhan Bakauheni yang selama ini berpengaruh terhadap arus lalulintas di dua pelabuhan penyeberangan di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera tersebut,”ungkap AKBP. Syamsudin Djanieg di Bakauheni Lampung, Kamis (31/3/2016).
Proses pelayanan di Pelabuhan Bakauheni tersebut ungkap Syamsudin, memiliki pengaruh sangat langsung bagi lalu lintas di darat. Sebab kelancaran lalu lintas di laut yang ada di lintasan Selat Sunda juga akan memperlancar arus lalu lintas di darat dan berbagai pembenahan harus dilakukan agar kemacetan di darat yang sering terjadi saat arus liburan.
Sementara itu menurut manager umum PT ASDP Bakauheni, Ado Warsono, yang mewakili Kepala Cabang PT ASDP Bakauheni Eddy Hermawan, kunjungan kerja yang merupakan persiapan jauh jauh hari dalam bebagai antisipasi arus liburan termasuk arus liburan Hari Raya Idul Fitri pada pertengahan tahun ini sekitar bulan Juli mendatang.
Kendala dalam pelaksanaan operasional pelabuhan diantaranya; seringnya terjadi rem blong akibat kontur jalan sebelum masuk Pelabuhan Bakauheni mencapai 45 derajat, rambu rambu laut yang sering mati karena adanya pencurian accu dan  modul tenaga surya, apabila terjadi kerusakan fender di dermaga memerlukan perbaikan yang cukup lama, belum berfungsinya side ramp dermaga 2, side ramp dermaga 5 belum berfungsi akibat cuaca buruk.
“Kita sudah melakukan berbagai upaya semaksimal mungkin untuk memberi kenyamanan bagi pengguna jasa dengan menyediakan banyak fasilitas di area Pelabuhan Bakauheni,”ungkap Ado Warsono.
Selain itu fasilitas pelabuhan lain yang disiapkan diantaranya loket penumpang sebanyak 8 unit, loket kendaraan sebanyak 8 unit, moveable bridge 7 unit, gangway sebanyak 7 unit, Side ramp sebanyak 7 unit, fender sebanyak 4 unit yang beberapa diantaranya mendapat penanganan khusus saat terjadi arus lebaran. Selain fasilitas itu beberapa prasarana lain diantaranya alat alat keselamatan, rambu rambu,  dan fasilitas lain termasuk sarana parkir.
Ado Warsono mengungkapkan, fasilitas parkir di Pelabuhan Bakauheni saat ini mampu menampung sebanyak 3.160 kendaraan campuran. Kapasitas tersebut diantaranya parkir dermaga I (A, B) mampu menampung 660 unit kendaraan, dermaga II (C, D) mampu menampung sebanyak 640 kendaraan campuran, terminal (parkir E, F) mampu menampung 220 kendaraan campuran, dermaga III (G, H, I) mampu menampung sebanyak 1.200 kendaraan, dermaga IV dan IV (parkir J) mampu menampung sebanyak 400 unit kendaraan.
Kedatangan tim Litbang Korlantas Mabes Polri juga mengkritisi terkait keberadaan pengurus truk (Petruk) yang selama ini menjadi penyebab kesemrawutan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni maupun di area parkir.
“Kita harus benahi sistem ini sesuai prosedur yang ada sebab kelancaran arus di pelabuhan harus membuat nyaman pengguna jasa”ungkapnya.
Tim Litbang Korlantas Mabes Polri bahkan berharap sistem penggunaan teknologi bisa dimanfaatkan agar bisa mengatasi sistem manual pengurus yang selama ini masih menghambat pelayanan di Pelabuhan. Penerapan dan aplikasi tersebut menurut tim harus dikaji untuk memperbaiki sistem pengurus yang saat ini masih menghambat di Pelabuhan Bakauheni.
Atasi Titik Kemacetan di Jalinsum Polisi Lakukan Berbagai Langkah
Terkait banyaknya insiden kemacetan lalulintas saat pintu masuk Pelabuhan Bakauheni serta pintu keluar pihak Satuan Lalulintas Polres Lampung Selatan,melalui Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Mubiarto Banu Kristanto, berbagai rekayasa lalulintas dilakukan oleh personil Polres Lampung Selatan. Rekayasa lalulintas dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi dan personil polisi di semua Polsek.
Mubiarto mengungkapkan, koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk mengurai kemacetan diantaranya menyiagakan personil polisi di jalur Jalan Lintas Sumatera setiap 3 kilometer.
“Selain itu kendala masalah penerapan tiket elektronik yang mengakibatkan kemacetan perlu solusi cara penjualan agar tidak ada penumpukan dan antrian kendaraan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni,”ungkapnya.
Mubiarto mengungkapkan, kesiapan kepolisian lalulintas dalam berbagai angkutan libur bukan saja terjadi akibat kendaraan yang masuk melalui Pelabuhan Bakauheni serta berada di Jalinsum, selain itu banyaknya tempat wisata di sepanjang Jalinsum menjadi penyebab kemacetan yang sering dikeluhkan masyarakat.
Selain langkah langkah antisipasi pengurai kemacetan lalulintas,Mubiarto bahkan mengungkapkan dalam rapat koordinasi dengan berbagai pihak di pertengahan bulan Maret ini dibahas terkait beberapa kejadian kecelakaan lalulintas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni dan beberapa titik lain di Jalinsum.
“Selain solusi solusi meminimalisir kemacetan lalulintas berbagai langkah dilakukan untuk mencegah kecelakaan diantaranya menambah jalur keselamatan atau rem blong,”ujar Mubiarto.
Ia berharap langkah langkah persiapan jauh jauh hari dengan memperbaiki jalur keselamatan, sosialisasi terkait penyebab menyempitnya jalan akibat pedagang asongan serta kordinasi dilakukan untuk memperlancar arus lalulintas di Jalinsum baik sebelum masuk Pelabuhan Bakauheni dan keluar Pelabuhan Bakauheni.
Usai koordinasi persoalan yang dihadapi tersebut, tim Litbang Mabes Polri langsung melakukan inspeksi ke beberapa fasilitas pelabuhan Bakauheni diantaranya dermaga, gangway,terminal, penjualan tiket, serta beberapa fasilitas lain. Pengecekan dilakukan untuk melihat langsung kondisi nyata, mengetahui permasalahan permasalahan, di lapangan yang akan menjadi catatan tim Litbang Mabes Polri.
Lihat juga...