Ribuan Kendaraan Pribadi Padati Pelabuhan Bakauheni

MINGGU, 27 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Ribuan kendaraan pribadi memadati pintu masuk penjualan tiket (tollgate) pelabuhan Bakauheni, Lampung setelah berakhirnya masa libur panjang Paskah. Kondisi tersebut dibenarkan Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni, Heru Purwanto. Kendaraan berbagai jenis bahkan mengular hingga area pemeriksaan di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni.
Kendaraan yang padati pintu masuk pelabuhan Bakauheni
Heru Purwanto menyebutkan, peningkatan sebesar 85 persen hingga 143 persen terjadi dalam akhir liburan. Sementara jumlah penumpang pejalan kaki mengalami kenaikan sebesar 117 persen dengan jumlah mencapai 3.668 orang.
“Semua jenis kendaraan mengalami kenaikan presentase terutama yang akan kembali ke Pulau Jawa seusai liburan panjang di Pulau Sumatera. Dominasai kendaraan pribadi dan roda dua secara visual dan angka sangat terlihat,”terang Heru Purwanto, Minggu (27/3/2016)
Kenaikan kendaraan roda dua yang akan kembali ke Pulau Jawa tercatat mengalami kenaikan sebesar 132 persen dengan jumlah mencapai sekitar 958 unit kendaraan. Kendaraan roda empat jenis pribadi mengalami kenaikan sebesar 143 persen dengan jumlah mencapai 2.180 unit kendaraan. Jenis bus mengalami kenaikan sebesar 114 persen dengan jumlah kendaraan mencapai 174 unit kendaraan dan truk mengalami kenaikan sebesar 85 persen dengan jumlah sebanyak 2,076 unit.
“Kenaikan ini dihitung selama dua puluh empat jam dan diprediksi akan terus meningkat malam nanti dan berangsur arus kendaraan akan menurun sebab liburan terakhir digunakan untuk pulang hari ini,”ungkap Heru Purwanto.
Mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masih akan terjadi hingga malam hari ini, PT ASDP cabang Bakauheni, telah melakukan langkah antisipasi dengan mengoperasikan kapal kapal besar berukuran di atas 5000 GT diantaranya KMP Virgo 18, KMP Portlink III, serta beberapa kapal roro besar lainnya untuk mengangkut kendaraan dan penumpang pejalan kaki dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.
“Pengoperasian kapal besar juga selain mengurai antrian di setiap kantong parkir karena kondisi cuaca perairan di lintasan Selat Sunda sedang dalam kondisi gelombang tinggi,”terangnya.
Sebanyak 27 sampai 28 kapal Roro dioperasikan untuk melayani arus balik liburan dengan mengoperasikan sebanyak 6 unit dermaga dengan trip rata rata 90-91 trip perhari dan puncaknya sekitar 100 trip dengan maksimal waktu pelayaran (sailing time) sekitar 2 jam dan waktu pelayanan (port time) rata rata 45 menit setiap dermaga.
Khusus untuk penumpang pejalan kaki yang rata rata merupakan para pekerja di sektor formal di sejumlah perusahaan di Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, PT ASDP mengoperasikan sebanyak 10 loket pembelian tiket dengan sistem elektronik. Pengoperasian tiket elektronik dilakukan dengan pencatatan data diri sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mencatat manifest jumlah penumpang pejalan kaki yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.
Lihat juga...