SABTU, 12 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Bersepeda saat ini sudah banyak digemari masyarakat, terutama pekerja yang memiliki waktu luang di akhir pekan. Selain menjaga stamina tubuh, sesama komunitas juga menjadi ajang bersosialisasi.
![]() |
| Komunitas Sepeda di Lampung Selatan |
Sisi positif tersebut diakui oleh salah satu anggota Komunitas Sepeda Serambi Sumatera, Andini (25). Aktifitas bersepeda merupakan kegiatan positif yang dilakukannya setiap sore bersama beberapa rekan dan terkadang bersama sang adik.
“Saya melakukan aktifitas sepeda rutin setiap sore keliling kompleks, sementara kalau aktifitas bersepeda dengan anggota komunitas kita terlebih dahulu janjian seperti hari ini kita mulai dari Menara Siger Lampung nanti menyusuri pesisir pantai,”ungkap Andini kepada Cendana News, Sabtu (12/3/2016).
Aktifitas olahraga bersepeda menurut Andini kini mulai dikemas dengan memperkenalkan trek atau rute wisata yang ada di wilayah Lampung Selatan. Bahkan memperkenalkan objek, komunitas pecinta sepeda dari wilayah provinsi Banten dan Jakarta juga ikut diundang.
Andini mengaku pernah mengundang komunitas sepeda dari Banten dan sebagian pesepeda terkesan dengan jalur sepeda yang penuh dengan tanjakan di sepanjang kaki Gunung Rajabasa, selain itu jalur sepanjang pantai menjadi jalur favorit bagi pecinta sepeda.
“Kita perkenalkan wisata budaya dengan berhenti pada rumah rumah panggung adat yang masih asli di Lampung Selatan, wisata sejarah dengan mengunjungi makam pahlawan Raden Inten II dan tentunya wisata alam pantai dan pegunungan,”ungkap Andini.
Konsep tersebut membuat peserta olahraga sepeda tersebut tidak bosan dan tidak cepat lelah. Kecanggihan tekhnologi membuat sebagian peserta menggunakan alat Global Position System (GPS), kamera Go Pro pada helm sehingga bisa mengabadikan perjalanan bersepeda yang diunggah ke media sosial komunitas. Aktifitas bersepeda dengan komunitas sepeda dari lain daerah juga menjadi ajang promosi tempat wisata, saling bersilaturahmi dan bertukar pikiran mengenai cara cara keselamatan bersepeda.
“Kita memiliki rute cukup bagus dan menginap di sebuah villa di tepi pantai sehingga selain bisa menikmati kuliner ikan, keindahan pantai juga bisa saling berbagi ilmu cara bersepeda yang baik,”terang Andini.

Jalur yang menarik untuk pecinta komunitas sepeda tersebut juga diakui oleh Samuel (28) yang pernah mengikuti aktifitas olahraga sepeda bertajuk Gowes to Sunset. Ia tertarik mengikuti ajang tersebut di Kalianda beberapa waktu lalu karena rute yang menyusuri pantai dari Desa Gayam Kecamatan Penengahan dan berakhir di dermaga Bom Kalianda.
Samuel yang merupakan warga Kalianda mengaku semakin banyak acara olahraga petualangan mengambil lokasi di Lampung Selatan diantaranya olahraga menyelam, olahraga motor trail diantarnya Krakatau Adventure Trail (KAT), olahraga paramotor, lomba lintas alam berjalan kaki, memancing, sepeda santai yang bermanfaat memperkenalkan tempat wisata alam di Lampung Selatan.
Samuel yang mengabdi di salah satu instansi pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tersebut mengaku kegiatan tersebut adalah salah satu upaya memperkenalkan Lampung Selatan sebagai daerah wisata. Seperti diketahui Kabupaten Lampung Selatan merupakan kabupaten yang memiliki bentang pantai cukup panjang di Provinsi Lampung dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan.
“Selanjutnya tinggal memadukannya dengan kegiatan olahraga yang bernuansa petualangan. Maka tak mengherankan selain sepeda santai kita pernah dan menjadi kegiatan rutin seperti motor cross dengan rute pesisir pantai,” ungkap Samuel.
Bagi pecinta sepeda sebagian memilih titik awal keberangkatan di Menara Siger Bakauheni dan berakhir di dermaga Boom Kalianda yang memiliki ciri khas seperti daerah Pantai Losari di Sulawesi yang menawarkan wisata khas kulinernya.
Aktifitas bersepeda yang dilakukan Andini, Samuel diakui olehnya dan beberapa pecinta bersepeda tetap dilakukan dengan menggunakan alat alat keselamatan dan mematuhi aturan lalulintas. Meski menggunakan sebagian jalur umum Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) para peserta juga tetap tertib berlalulintas dengan menggowes sepeda yang mereka pacu dengan berjalan di jalur kiri dan beriringan.
“Kami melakukan aktifitas sepeda bukan balapan tapi untuk menjalin kebersamaan, solidaritas dan menikmati keindahan alam sekaligus memperkenalkan wisata alam ke komunitas sepeda lainnya,”ungkap Samuel.
Beberapa aktifitas penghobi sepeda di Lampung Selatan yang mulai diikuti dari provinsi lain diakui Samuel akan terus dilakukan meskipun belum ada kegiatan sepeda berkelas nasional atau internasional yang dilakukan di kabupaten gerbang Sumatera tersebut.
Rute dari Menara Siger dan berakhir di dermaga Boom Kalianda dengan titik perhentian di pantai Canti diharapkan akan memberi kesan bagi peserta yang ikut kegiatan tersebut. Kegiatan sementara menurut Samuel diikuti oleh orang dewasa dan merupakan peserta yang sudah terlatih mengikuti jalur panjang dan belum melibatkan pecinta sepeda anak anak.