SELASA, 9 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary
MAUMERE – Sebanyak 1.024 pencari kerja sejak pukul 08.00 WITA, Selasa (9/2/2016) mendatangi kantor Satpol PP Kabupaten Sikka. Kedatangan ribuan pencari kerja ini guna mencari tahu hasil pengumuman nama-nama peserta testing yang lolos seleksi test tertulis. Adapun tes tertulis tersebut telah dilaksanakan pada Rabu (3/2/2016) lalu.
![]() |
| Para peserta tes Satpol PP Sikka sedang melihat hasil pngumuman di Kantor Satpol PP Sikka |
Kasat Pol PP Sikka, Frederick Edmundantes yang ditemui Cendana News, Selasa (9/2/2016) di kantornya mengatakan, dari jumlah tersebut di pilih 75 orang dengan sistem pengurutan nilai. Peserta yang lolos tahap pertama akan mengikuti tes wawancara di kantor Satpol PP Sikka, Rabu (10/2/2016) untuk dipilih 50 orang.
“Mereka yang lulus seleksi akan dibimbing selama seminggu dan sementara waktu ditempatkan di kantor Satpol PP Sikka,”ujar Fery.
Dalam tes wawancara, para calon akan dicek fisik, mental dan waawaasan kebangsaan. Para calon juga akan dilihat terkait berbagai hal yang menuntut kesigapan dalam menjalankan tugas dan saat diberikan kepercayaan mereka bisa menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik. Anggota Satpol PP akan mendapat upah sesuai UMR yang berlaku sebesar 1,250,000 rupiah.
“Semuanya akan dikontrak selama satu tahun dan jika kinerjanya baik maka akan diperpanjang,” tegas Fery.
![]() |
| Kepala Satpol PP Kabuapaten Sikka,Frederik Edmundantes |
Dari komposisi 50 orang yang akan terpilih 6 orang mewakili perempuan sementara 44 sisanya laki-laki. Selain itu, dari segi pendidikan, 15 orang merupakan sarjana dan sisanya 35 orang lulusan SMA atausederajat. Komposisi pendidikan untuk jenis kelamin pun sama dimana 3 orang perempuan berijasah sarjana. Dari target 6 orang sarjana hukum yang nanti akan dipilih tambah Fery, target minimal harus 3 orang sarjana hukum.
“Sarjana hukum dipilih agar mereka bisa memahami peraturan daerah dan menerapkannya di lapangan.Mereka juga kami butuhkan untuk mengkaji setiap kebijakan dan aturan,” ungkap Fery.
Dkisahkan Fery, penerimaan pegawai Satpol PP ini berawal saat dirinya rapat dengan DPRD Sikka dan dikritik terkait kinerja Satpol PP. Fery menegaskan, dirinya siap menegakkan Perda dan aturan namun terkendala personil. Mendegar hal ini, DPRD Sikka akhirnya menyetujui untuk diusulkan perekrutan tenaga honor daerah tahun 2016.
“Keterbatasan anggaran membuat alokasi tenaga kontrak untuk tahun ini hanya lima puluh orang sementara sisanya lima puluh tenaga honor akan direkrut tahun 2017,”bebernya.
Dengan adanya penambahan personil papar Fery,setiap hari dikenakan sistem kerja 3 shift dimana setiap personil akan ditempatkan di kantor Satpol PP selama 24 jam.Selain itu personil juga akan dibagi tugas piket di kantor bupati Sikka,kantor DPRD Sikka,rumah jabatan bupati dan wakil bupati Sikka serta rumah jabatan pimpinan DPRD Sikka.
“Jika tahun depan sudah direkrut lagi maka kami akan tempatkan tiga personil di 21 kantor kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka dengan membawahi seksi kemananan dan ketertiban,” pungkasnya.
Saat ditanyai terkait isu adanya calon titipan dari pejabat dan anggota dewan, Fery dengan tegas membanthanya. Dikatakan Fery, semua proses seleksi dilakukan secara transparan dan selesai setiap tahapan seleksi peserta yang lulus juga diumumkan.
“Saya jamin setiap calon yang lulus bukan titipan dari siapapun karena kami adakan seleksi terbuka,” tandas Fery.
Maria Sucitrawati, seorang peserta perempuan asal Kecamatan Koting yang lulus seleksi saat ditemui di Kantor Satpol PP Sikka, Selasa (9/2/2016) usai melihat hasil pengumuman merasa bersyukur bisa lulus seleksi. Selama ini, dirinya sudah bekerja di perusahaan swasta namun status kepegawaiannya belum ada kepastian.
Ketika ditanya Cendana News, apakah dirinya merupakan salah satu peserta titipan, Suci pun langsung membantahnya. Dikatakan Suci dirinya sudah mempersiapkan diri dengan membaca berbagai referensi terkait tugas dan pekerjaan Satpol PP dan mengikuti tes dengan berbekal doa.
“Saya hanya siap batin, mental, doa dan tetap menjalani tes dengan penuh percaya diri, majn terus dan pantang mundur” tutur Suci.
Saat disinggung Cendana News,petugas Satpol PP sering dimusuhi masyarakat kecil khususnya korban penggusuran, Suci menjawab, bukan hanya Satpol PP tapi semua pegawai kalau tidak bekerja sesuai aturan pasti dimusuhi.
“Saya sudah siap mental dan bekerja sebaik-baiknya untuk masyarakat. Bila ada yang salah saya siap menerima masukan utnuk diperbaiki,” pungas Suci.
