LAMPUNG—Masyarakat nelayan Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung mengadukan nasib mereka karena sebagai nelayan yang puluhan tahun tak memiliki fasilitas dermaga untuk lokasi sandar kapal. Lokasi kampung nelayan yang berada di Dusun Minangruah tersebut bahkan masih menggunakan pantai berpasir sebagai lokasi nelayan yang menambatkan perahu seusai melaut.

Kepala Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, Syarifudin, mengungkapkan aspirasi masyarakat nelayan Desa Kelawi tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait diantaranya Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan serta komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan untuk merealisasikan keinginan warga nelayan memiliki dermaga.
“Nelayan di wilayah pantai Kelawi selama ini masih memanfaatkan perahu perahu tradisional untuk proses penangkapan ikan di wilayah perairan namun belum memiliki dermaga sehingga kami mengusulkan kepada dinas terkait dan tentunya kepada wakil rakyat di DPRD Lampung Selatan,” ujar Kepala Desa Kelawi Syarifudin saat dikonfirmasi media Cendananews.com di pantai Desa Kelawi Selasa (9/2/2016)
Syarifudin mengungkapkan selain potensi nelayan tangkap di wilayah tersebut yang masih menggantungkan dari aktifitas menangkap ikan secara tradisional, nelayan Desa Kelawai telah memperoleh sarana alat tangkap berupa set net (jaring). Salah satu kelompok penerima bantuan tersebut adalah Kelompok Nelayan Sinar Tanjung Desa Kelawi jumlah anggota sekitar 40 nelayan.

Syarifudin mengaku, harapan para nelayan tangkap di Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni bisa memiliki dermaga meski dalam skala kecil masih dalam tahap peninjauan oleh Anggota Komisi B DPRD Lampung Selatan. Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang membidangi bidang perekonomian dan keuangan ini langsung mengecek potensi lokasi yang akan digunakan untuk pembanguanan dermaga bagi nelayan.
Komisi D DPRD Lampung Selatan yang melakukan kunjungan kerja ke kampung nelayan Desa Kelawi tersebut dipimpin Ketua Komisi B DPRD Lampung Selatan Sutan Agus Triendy. Didampingi oleh beberapa anggota Komisi B diantaranya Syahroni, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lampung Selatan, Meizar Melanesia mengecek lokasi yang selama puluhan tahun menjadi lokasi tambat perahu nelayan meski belum berbentuk dermaga.
“Selama ini nelayan di sini menggunakan perahu tradisional dan belum memiliki dermaga sehingga keluhan nelayan ini kita cek langsung di sini untuk kita bahas nanti DPRD,”ungkap Sutan Agus Triendy.
Ia mengungkapkan kordinasi dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan untuk fasilitas dermaga tersebut diperlukan untuk peningkatan kesejahteraan para nelayan tangkap di wilayah pesisir Bakauheni yang selama ini kurang mendapat perhatian. Selain sebagai dermaga untuk tambat perahu para nelayan, potensi wisata di sekitar pesisir Bakauheni sangat pentin untuk pembangunan dermaga.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Selatan, Meizar kepada media Cendananews.com saat dikonfirmasi mengungkapkan saat ini sumber pendanaan dari APBD tahun 2015 sudah tak lagi bisa diajukan. Solusi yang dilakukan oleh DKP Lampung Selatan ungkap Meizar akan mengusulkan anggaran pembangunan dermaga tersebut di APBD-Perubahan (APBDP).
“Kita akan lakukan usulan dan terkait berapa nanti ukuran fisiknya dan apakah disetujui atau tidak tentunya akan dibahas oleh komisi B sebagai alat kelengkapan dewan yang langsung berhubungan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan,”ungkap Meizar.
Ia mengakui, saat ini hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap ikan jenis jaring hasilnya cukup lumayan dengan rata rata tangkapan di atas 50 kilogram saat musim ikan. Hasil penjualan ikan tersebut menurut Meizar digunakan untuk biaya operasional pembelian solar, pemeliharaan perahu, alat tangkap serta sebagian digunakan untuk tabungan kelompok nelayan.

“Kalau mengandalkan uang hasil tangkapan ikan alat set net tentunya dana pembuatan dermaga kurang jadi usulan kita nanti berupa bantuan karena kita harapkan nelayan mandiri terlebih dahulu dan tetap dibantu pemerintah,”janji Meizar.
Upaya Komisi B untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan juga dilakukan dengan pengembangan dermaga Muara Piluk di Desa Bakauheni sebagai sentra wisata kuliner. Konsep wisata kuliner yang dikembangkan di dekat area Menara Siger Lampung Selatan tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung.
“Selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pemberdayaan nelayan terutama kaum perempuan dalam pengolahan kuliner berbahan dasar ikan diharapkan meningkatkan ekonomi warga,”ujar Sadide anggota DPRD Lampung Selatan yang juga nelayan Bakauheni tersebut.
Pantauan Cendana News, puluhan nelayan di Kelawi masih belum memiliki fasilitas dermaga sehingga sebagian besar nelayan menarik perahunya hingga ke daratan. Gelombang tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir membuat nelayan was was perahu yang digunakan untuk mencari ikan kandas atau rusak terbentur karang.
“Kami ingin ada penahan gelombang serta jalur untuk dermaga sehingga kami bisa menambatkan perahu tanpa was was terbawa gelombang atau rusak terbentur karang,”ungkap Joni nelayan Desa Kelawi.
Proses pengangkatan ikan berbagai jenis saat kunker anggota Komisi B DPRD Lampung Selatan, selain ikan berbagai jenis kurang lebih 50 kilogram turut diangkat seekor penyu jenis penyu batik. Penyu yang tergolong dilindungi tersebut segera dilepas kembali oleh para nelayan ke habitat aslinya.