SABTU, 06 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo
SURABAYA — Psikolog Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Michael Seno Rahardanto menyebutkan, Pendidikan keagamaan dengan tetap menekankan dasar toleransi dapat membentengi generasi muda dari doktrin kelompok tertentu yang dapat merusak persatuan.
![]() |
| Psikolog Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Michael Seno Rahardanto [net] |
“Pendidikan keagamaan harus diberikan dengan tetap menekankan dasar toleransi terhadap pemeluk agama lain,” terangnya.
Dijelaskan, hal tersebut dilakukan agar dapat menangkal dari gerakan kelompok tertentu yang demi kepentingannya mendoktrin anak muda dengan cara menyebarkan persepsi kalau mereka ‘memerangi ketidakadilan, memerangi kezaliman’. Hal tersebut bertujuan agar generasi muda tidak mudah terhasut dan menghasut yang lainnya.
“Begitu loyalitasnya bisa diperoleh, anak muda tersebut bisa menjadi motor penggerak dan promosi yang ampuh bagi sebuah kelompok,” ujarnya.
Michael menjelaskan, kemampuan berpikir operasional formal bagi anak muda masih tergolong baru bagi remaja sehingga mereka umumnya suka dan antusias mengeksplorasi berbagai gagasann kritis seperti gagasan tentang politik dan agama.
Menangkal hal radikal juga perlu peran serta dari orang tua agar dapat membentengi anak-anaknya dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dan tugas orang tua, harusnya menjadi tempat berbagi cerita antara anak dan orang tua sehingga dalam diri anak muncul rasa menghormati orang tua dengan cara mereka sendiri,” pungkasnya.