RABU, 10 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disebertam) mulai berbenah. Satuan kerja (Satker) ini mulai menata sejumlah taman kota serta trotoar di sepanjang jalan protokol.
![]() |
| Petugas kebersihan sedang menata taman di jalan protokol Kalianda |
Pantauan Cendana News di sepanjang Jalan Zainal Abidin Pagar Alam yang dimulai dari tugu Tuping Kalianda, puluhan petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan melakukan penanaman berbagai jenis bunga serta mengganti yang sudah mati.
“Semua petugas kebersihan kita kerahkan melakukan penataan taman-taman yang ada di Kalianda dan penataan tanaman yang selama ini kering atau mati selama musim kemarau,”ungkap Kepala Bagian Pertamanan dan Penghijauan, Ahmad Sukanta saat ditemui Cendana News,di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Rabu (10/2/2016).
Penataan taman-taman untuk mempercantik kota Kalianda dilakukan saat musim hujan menurut Sukanta karena tingkat pertumbuhan tanaman hias akan lebih efesien dibandingkan musim kemarau.
Disebutkan, untuk pemotongan dan pemangkasan dilakukan terutama pada dahan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan saat melintas jika terjadi dahan patah atau angin kencang.
Pantauan Cendana News, selain penataan taman sepanjang jalan juga dilakukan perbaikan drainase hingga penataan trotoar lama yang sebagian besar sudah rusak, amblas dan hancur di beberapa titik.
Sementara itu, salah seorang warga Kalianda mengaku senang dengan adanya perbaikan trotoar yang ada di kota Kalianda.
“Trotoar lama banyak yang jebol sehingga warga malas berjalan di trotoar bahkan beberapa justru membahayakan karena trotoar berlubang jebol ke saluran pembuangan air,” ujar Awaludin (34) warga di jalan Zainal Abidin Pagar Alam.
Ia mengungkapkan, pembangunan trotoar baru tersebut menjadikan kota Kalianda lebih rapi dan indah terutama karena trotoar dibangun dengan keramik yang dibuat motif seni. Selain itu trotoar lebih terlihat luas dibanding sebelumnya sehingga warga pejalan kaki akan lebih senang menggunakan trotoar dibanding menggunakan bahu jalan.

Adanya pembangunan trotoar baru tersebut juga menjadi koreksi bagi warga lain yang menggunakannya sebagai tempat berjualan. Awaludin berharap ke depan tak ada lagi pedagang yang menjajakan dagangan di trotoar sehingga tak menghalangi para pejalan kaki.
“Selama ini di beberapa titik kan trotoar dipakai pedagang kaki lima, ke depan semoga tak ada lagi pedagang berjualan di trotoar,” ungkap Awaludin.