Pelajar Australia Kagumi Keindahan Kota Pontianak

SELASA, 9 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Istimewa

PONTIANAK — Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) 2015-2016 yang berlangsung di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat meninggalkan kesan tersendiri bagi pelajar dari Australia. Mereka kagum akan keindahan, keramahan dan budaya dari masyarakat setempat.
Pelajar Australia yang ikut program PPIA ke Pontianak
“Pontianak lebih bersih dari kota besar lainnya. Saya  suka berada di Pontianak karena lebih seru, suasananya begitu ramai,” ucap salah satu peserta Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) 2015-2016, Anna seusai perpisahan Peserta PPIA Fase Perkotaan di aula rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (9/2/2016).
Ia berpendapat, di Kota Pontianak ini banyak terdapat warung kopi yang bisa menjadi inspirasi tersendiri. Karena yang datang ke warung kopi di Kota Pontianak dari berbagai kalangan, tua muda, pebisnis hingga politikus pun ada.
 “Pontianak begitu hidup dan ramai karena warung kopi. masih banyak yang buka hingga larut malam. Dan yang datang bukan ABG saja, tapi, politikus juga ada,” ujarnya.
Dalam waktu kesempatan lain, ia juga bersama teman lainnya berkunjung studio Radio Republik Indonesia di Pontianak. Ia mengaku, sedikit gugup. “Waktu datang ke RRI, saya merasa sangat diterima. Karena seluruh awak RRI sangat ramah. Sangat seru jadi penyiar. Teman-teman saya di Australia bisa mendengar saya siaran melalui radio streaming RRI Pontianak,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengaku sebagai tuan rumah, mendapat pengalaman dan kesan yang positif dari kedatangan peserta Pertukaran Pemuda ini.
 “Saya harap, adanya kegiatan ini dapat menginspirasi dan memacu para pemuda di Kota Pontianak untuk terus maju,” kata Edi
Edi berharap, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI sebagai penyelenggara dapat melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan dan tidak berhenti di sini saja. Selain itu juga, tidak hanya Australia saja, akan tetapi sejumlah negara sahabat lainnya juga bisa diajak kerjasama guna melaksanakan Program Pertukaran Pemuda ini.
 “Apalagi saat ini merupakan era globalisasi antar negara sudah tidak ada lagi batasan, semua bisa berkolaborasi, bukan era persaingan”,ujar Edi, mengingatkan.
Lihat juga...