BALI—Gempa 6,4 skala richter yang mengguncang Tainan, Taiwan, Badan Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kota Denpasar kembali menelusuri keberadaan tenaga kerja asal Bali di kota tersebut. Sejauh ini, menurut Kepala BP3TKI Kota Denpasar, Ilham Achmad memang terdapat empat tenaga kerja asal Bali di Taiwan dan China daratan yang bekerja sebagai spa therapist. Namun, mereka yang berangkat melalui jalur resmi pemerintah itu terpantau dalam kondisi baik-baik saja.
![]() |
| Ilham Achmad |
Penelusuran dilakukan karena bukan tidak mungkin ada tenaga kerja asal Bali yang berangkat ke Taiwan, khususnya Tainan, melalui jalur tak resmi.
“Kekhawatiran kami yakni ada tenaga kerja yang berangkat tanpa melalui jalur resmi, tanpa melalui BP3TKI Denpasar. Dan, pengalaman seperti itu sudah biasa terjadi. Kalau pun terjadi negara, dalam hal ini BP3TKI Denpasar, wajib mengurusnya,” kata Ilham ditemui di kantornya.
Ia mengisahkan, beberapa tahun lalu ada empat orang tenaga kerja yang pergi ke luar negeri tidak melalui jalur pemerintah. Mereka akhirnya mendapat masalah di negara tujuan dan dideportasi kembali ke Indonesia. Menurut Ilham, meskipun mereka berangkat menggunakan jalur tak resmi, namun negara wajib turun tangan melindungi nasib mereka.
Ilham mengaku kini tengah berkoordinasi intensif dengan semua pihak untuk terus memantau keberadaan tenaga kerja asal Bali di Taiwan.
“Kalau kami dari BP3TKI berharap supaya jangan sampai ada tenaga kerja Bali yang bekerja di sana. Kami memang tidak pernah mengirim tenaga kerja kesana,” ujarnya.
Sementara itu, Ilham menjelaskan jika tenaga kerja asal Bali lebih banyak yang bekerja di kapal pesiar, Turki, Abudabi, Dubai, Maldive dan seluruh wilayah Timur Tengah.