?JUM’AT, 15 JANUARI 2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Rustam
KENDARI—Organisasi Massa (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dianggap sudah bubar ternyata diduga masih aktif melakukan gerakan organisasinya. Nama Gafatar kembali mencuat setelah menghilangnya dr. Rica di Yogyakarta. Di Sulawesi Tenggara (Sultra) sendiri, menurut data Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, setidaknya ada 2 mahasiswa dan 2 KK yang dilaporkan menghilang.
![]() |
| Menurut AKBP Sunarto, Kabid Humas Polda Sultra |
Menurut AKBP Sunarto, Kabid Humas Polda Sultra yang ditemui Cendana News pada Jum’at (15/1/2015) pihaknya telah menerima laporan tentang hilangnya 2 mahasiswa dan 2 KK (kepala Keluarga) sejak Oktober 2015 lalu.
2 Mahasiswa yang dinyatakan menghilang adalah dua bersaudara bernama Mukhazabul Fuadum dan Anwar Sadat, tkeduanya adalah mahasiswa asal Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara yang tinggal di Yogjakarta guna menempuh pendidikan. Mukhazabul kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Nasional sedangkan Anwar kuliah di Universitas Atmajaya.
Suhub, orang tua kedua mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa kedua anaknya sempat pulang ke Buton sebelum akhirnya menghilang. Menurut pengakuan Suhub, kedua anaknya memang sempat memperlihatkan atribut Gafatar kepadanya sekaligus menyatakan bahwa keduanya telah resmi bergabung. Suhub tidak paham mengenai apa itu Gafatar sehingga ia tidak mengambil tindakan apa-apa karena ia menganggap Gafatar semacam organisasi di kampus.
Sementara di Kota Kendari sendiri telah ada dua KK (Kepala Keluarga) yang diduga kuat bergabung dengan Gafatar. Sama persis dengan dua mahasiswa asal Buton tersebut, dua KK ini pun menghilang tanpa jejak.
Keluarga pertama adalah Irwansyah warga Lorong Satria, Wua-Wua. Kendari bersama istri dan tiga anaknya. Keluarga kedua adalah Nasruddin yang menghilang bersama istri dan kedua anaknya.
Sampai berita ini dipublikasikan, pihak kepolisian mengaku sudah melakukan pencarian secara maksimal sejak ada laporan tetapi hingga detik ini belum ada titik terang keberadaan semua warga Sulawesi Tenggara yang ddiduga bergabung dengan Gafatar tersebut.
Upaya masih terus dilakukan oleh pihak terkait guna menemukan mereka, semuanya berharap agar mereka bisa ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarganya. Seperti prestasi yang telah diraih oleh Polda DIY yang telah berhasil menemukan dr. Rica, dokter cantik yang menghilang juga dengan dugaan sama, bergabung dengan Gafatar. (Baca : Polda DIY Berhasil Menemukan dr Rica dan Empat Orang Hilang Lainnya)