Meniti Persembunyian Air Terjun Mengaya di Aceh Tengah

MINGGU, 10 JANUARI 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH—Ada banyak destinasi wisata ketika berkunjung ke Provinsi Aceh. Daerah yang dijuluki ‘Serambi Mekkah’ tersebut mampu memanjakan pengunjung dengan berbagai keindahan alam yang dimilikinya. Mulai dari keindahan pantai, pegunungan, pulau, danau hingga air terjun.


Kali ini, Cendana News akan mengajak jalan-jalan ke Air Terjun Mengaya. Salah satu destinasi wisata alam yang tersembunyi di wilayah tengah Provinsi Aceh atau tepatnya di Desa Mengaya, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Perjalanan ke lokasi air terjun ditempuh sekitar 45 menit dari pusat kota Takengon. Selama perjalanan menuju Mengaya, mata akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah di daerah yang disebut Tanah Gayo ini. Menyusuri ratusan hektar kebun kopi yang sangat terkenal. Kopi Aceh yang telah mendunia hingga ke Negeri Paman Sam. (Baca: Pantai Jadi Destinasi Wisata Favorit di Aceh).
Selain kebun kopi, perjalanan semakin asik saat menyusuri keindahan Danau Lut Tawar yang cukup luas. Karena luasnyan yang mencapai 5.472 hektare, panjang 17 km dan lebar 3,219 km, danau ini disebut sebagai laut air tawar.

“Jaraknya kira-kira sekitar 10 km dari Takengon.  Untuk mencapai lokasi air tejun ini sangat mudah karena segala jenis kenderaan dapat mencapai lokasi,” ujar Arwina, salah seorang warga Gayo, Aceh Tengah, Minggu (10/1/2016).

Arwina menambahkan, air terjun tersebut masih terbilang cukup alami. Menurutnya, itu dikarenakan lokasi air terjun yang tersembunyi, dibalik perbukitan. Untuk sampai di lokasi, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1 hingga 1,5 kilometer terlebih dahulu.

 “Sebelum sampai kesana (air terjun,red), kita akan melewati persawahan, perkebunan kopi, kebun teh, hutan pinus dan hutan tropis yang masih lumayan alami, kemudian ditambah udara yang sejuk sepanajang perjalanan,” kata Arwina.
Salah seorang pengunjung, Yuni Safitri, mengatakan, perjalanan semakin menantang ketika pengunjung harus turun dari kendaraan dan berjalan kaki menyusuri jalan yang menanjak. “Semakin menantang ketika jalan kaki sekitar 200 meter gitu,” katanya.
Menurutnya, keindahan air terjun Mengaya mampu mengobati rasa lelah selama perjalanan. “Lelah enggak terasa lagi kalau udah sampai di air terjun. Di sana bisa foto-foto sepuas mungkin, lalu mandi air terjun yang cukup dingin dan sejuk,” ujar Yuni Safitri.
Sementara Dara, gadis Aceh yang datang dari Kota Lhokseumawe menambahkan bahwa hal menarik lain tentang destinasi wisata ini adalah tidak ada pungutan biaya apapun untuk masuk ke lokasi.
Lihat juga...