MINGGU, 24 JANUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG — Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan tanaman lidah buaya atau aloe vera. Selain memiliki banyak manfaat, tanaman berduri yang satu ini juga cukup sering dijadikan berbagai olahan makanan maupun minuman, seperti yang dilakukan oleh salah satu warga Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Berawal dari hobinya yang suka bertanam, Anik Budi Purwani berhasil membudidayakan lidah buaya secara organik yang kemudian dijadikan berbagai macam jenis olahan makanan dan minuman berbahan dasar lidah buaya.
Anik mengaku pada awalnya ia hanya menanam beberapa lidah buaya, ternyata lama kelamaan berkembang biak dan menjadi cukup banyak.
“Dari situ saya kemudian berfikir buat apa punya tanaman lidah buaya banyak tapi tidak bisa di manfaatkan. Akhirnya dengan banyak mengikuti pelatihan-pelatihan dari pemerintah, pada pertengahan tahun 2015 saya coba membuat Madu Lidah Buaya,” akunya kepada Cendana News saat ditemui di Pasar Tani Rampal, Minggu (24/1/2016).
Anik menjelaskan untuk membuat madu lidah buaya, dirinya lebih memilih lidah buaya dengan ukuran yang kecil karena menurutnya lebih mudah dikupas dan dagingnya lebih tebal. Lidah buaya yang sudah dikupas dan dicuci bersih kemudian diolah dan dicampur dengan madu asli.
Menurut Anik, madu lidah buaya merupakan minuman penambah tenaga yang juga bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya diabetes, luka lambung, radang tenggorokan dan ambeyen.
“Bahkan salah satu pelanggannya dari Lampung memiliki penyakit ambeyen akut stadium empat yang harusnya segera dioperasi, namun setelah mengkonsumsi madu lidah buaya buatannya selama tiga hari, pelanggannya mengaku rasa sakitnya hilang,” ungkapnya.
Untuk harga madu lidah buaya, Anik mematok harga 35 ribu rupiah untuk botol kecil, 75 ribu rupiah untuk botol sedang dan 100 ribu rupiah untuk botol besar.
Selain dijadikan madu lidah buaya, ia juga mengolah lidah buaya tersebut menjadi sirup, dawet, teh dan juga puding. Kedepannya, Anik mengaku juga akan membuat ramuan “Daun Ular” yang merupakan singkat dari daun ubi jalar untuk meningkatkan trombosit.