![]() |
| Kebun pepaya |
LAMPUNG — Menyusutnya debit air di Sungai Way Semaka akibat musim kemarau tidak mempengaruhi para pekebun pepaya di Kabupaten Tanggamus Lampung dalam hal pasokan air.
Salah seorang pekebun pepaya di Kecamatan Semaka, Ferryan (45) mengaku kebun pepaya miliknya ditanami pepaya jenis pepaya California yang kini memasuki masa panen. Meski musim kemarau ia mengaku produktifitas pepaya miliknya tidak mengalami penurunan bahkan memiliki kualitas cukup baik.
“Saat musim kemarau memang sedikit ada penurunan hasil namun tidak terlalu signifikan dan rasa buah pepaya California yang saya tanam justru lebih manis,”ungkap Ferryan kepada Cendana News, Selasa (22/09/2015).
Meski berada sekitar 30 meter dari aliran Sungai Way Semaka, Ferryan mengaku saat ini ia menggunakan media bak penampungan yang berada di sekitar kebun miliknya yang disedot dengan mesin pompa.
Bak penampungan yang diletakkan di beberapa titik lahan seluas setengah hektar dialirkan menggunakan pipa pvc ke bak bak penampungan lainnya untuk mengairi ratusan tanaman buah pepaya miliknya.
“Kalau tidak rajin kami aliri air saat pagi dan sore hari batang pepaya tidak akan tumbuh normal dan buahnya pun kecil kecil, maka setiap hari mulai dari umur dua minggu harus selalu disiram,”ungkap Ferryan.
Ferryan yang mengaku memiliki sekitar 1000 tanaman pepaya California untuk musim tanam tahap kedua mengaku debit air Sungai Way Semaka yang minim masih tetap menjadi berkah baginya. Berbekal mesin pompa ia masih bisa mengolah lahan perkebunan pepaya dan di lahan yang lain masih bisa menanam padi. Hasil yang ia peroleh dari tanaman pepaya California miliknya saat masa tanam pertama mencapai 1 ton perminggu yang dibeli oleh pengepul untuk dijual ke pasar buah.
Ia mengaku saat ini dalam kondisi musim kemarau harga pepaya California per kilonya Rp 5.500, jenis pepaya bangkok Rp 4.000-Rp 4.500 per kilo, pepaya jenis talang Rp 4.000-Rp 4.500. Itu untuk harga pasaran jalanan atau tradisional. Kalau di supermarket, pepaya California bisa mencapai Rp 7.000-Rp 7.500 per kilonya.
“Untuk pangsa pasar pepaya California sudah ada yang menyortir dari supllier sehingga ukuran pepaya yang bagus yang akan masuk ke supermarket sementara untuk ukuran biasa masuk di pasar tradisional,”ungkap Ferryan yang sudah menggeluti perkebunan pepaya selama empat tahun.
![]() |
| Sungai Way Semaka |
Way Semaka, Sumber Air Utama Lahan Pertanian
Potensi sumber pengairan yang bagus dari Sungai Way Semaka bagi masyarakat sekitar sungai di Kecamatan Semaka juga dimanfaatkan oleh petani penggarap sawah, lada, kakao yang ada di wilayah tersebut. Meskipun wilayah lain mengalami kekeringan namun sebagaian besar petani di wilayah Tanggamus masih bisa memenuhi pasokan air bersih dari Way Semaka dan sungai lain yang bersumber dari lereng Gunung Tanggamus.
Sodikin, salah satu warga di Semaka bahkan mengaku air yang masih bisa dimanfaatkan oleh warga juga digunakan untuk membuat kolam ikan. Kolam ikan milik warga sebagian dibuat dengan sistem mina padi diantaranya dengan membuat kolam kolam kecil di pinggir sawah untuk pemeliharaan ikan sementara di bagian tengah digunakan untuk menanam padi.
“Di wilayah Tanggamus dan Lampung Barat, mina padi masih dijalankan sebab sumber pengairan di wilayah ini masih cukup bagus sehingga kami bisa memelihara ikan sambil tetap menanam padi,”ungkapnya.
Ia berharap lereng Gunung Tanggamus yang menjadi sumber mata air sungai sungai di Kabupaten Tanggamus masih tetap dijaga dan terhindar dari kebakaran hutan yang berakibat merugian bagi para petani atau masyarakat pada umumnya.
![]() |
| Petani pepaya |
SELASA, 22 September 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo

