Dua Jemaah Haji yang Tiba di Debarkasi Padang Dirujuk ke Rumah Sakit

Jemaah haji yang mendapat penanganan khusus di Asrama Haji Padang
PADANG — Lima orang jemaah haji dari kloter satu yang tiba di Debarkasi Padang, mendapat penanganan serius, dua diantaranya terpaksa dirujuk ke RSUP M.Jamil Padang.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang, Aryanti menjelaskan, lima jemaah haji tersebut menderita beberapa penyakit, satu orang menderita parkinson (laki-laki), satu paru-paru (laki-laki), satu sirosis hepatitis (perempuan) dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. 
Aryanti
“Sementara dua lagi yang menderita paru-paru dan kelelahan dirawat di asrama,” ujar Aryanti, Kamis (30/9/2015) dini hari.
Kloter satu Debarkasi Padang, mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada pukul 20.40 WIB, Selasa (29/9/2015) malam dan baru sampai di asrama haji debarkasi Padang pada pukul 23.30 malam dengan jumlah 448 jamaah haji.
“Setiba di BIM, ke lima pasien itu langsung kami bawa ke sini, karena jamaah ini memang sudah menderita penyakit sejak dari Indonesia, dua yang kami rujuk itu, menderita parkinson dan gagal hati. Yang parkinson itu jamaah haji lak-laki sedangkan yang gagal hati jamaah perempuan,” lanjut Aryanti.
Sedangkan jamaah lainnya, tidak ada yang dirujuk, menurut Aryanti mereka hanya membutuhkan istirahat. Tiga orang lainnya menderita paru-paru kronis, jantung dan kelelahan. Sementara itu, untuk kasus virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERSCoV), pihaknya menyatakan belum ada temuan.
“Kami tetap waspada, tapi sampai sejauh ini kami tetap melakukan prosedur tetap. Untuk pemeriksaan suhu tubuh saja, kami lakukan sebanyak empat kali. Mulai dari maktab, lalu di Jeddah sebelum menaiki pesawat, di atas pesawat, lalu di BIM, setelah itu di sini. Sampai saat ini belum ada temuan,” jelas Aryanti
Untuk pengecekanpun, Aryanti telah menggunakan berbagai perangkat. Mulai dari kamera thermal scanner hingga termometer infrared.
“Sekarang kami mengecek suhu tubuh jamaah sudah dengan cepat dan praktis, namun tetap akurat. Kalau alat ini misalnya, hanya cukup di scankan ke jamaah tanpa harus diselipkan di tbuh jamaah,” pungkas Aryanti, sembari mengujicobakan termometer infrared-nya.

RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...