![]() |
| Upacara Bendera di lapangan Simpang Lima ,Semarang |
SEMARANG — Suhu udara yang panas menyengat bukanlah halangan bagi ratusan peserta upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke 70 Kemerdekaan NKRI di kawasan Simpang Lima, kota Semarang, Jawa Tengah. Sejak pagi mereka telah siap di lokasi tempat upacara dan siap siaga mengambil tempat pada posisi masing – masing yang telah ditentukan sebelumnya.
Pada sekitar pukul 09:00 WIB, upacara dimulai dengan khidmat dan tertib, para peserta upacara terlihat sudah berbaris rapi di tempat lapangan upacara, sedangkan para pejabat dan para tamu undangan telah duduk dengan tenang di tenda undangan yang telah disediakan oleh panitia.
HUT Kemerdekaan RI di lapangan Simpang Lima dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kemudian para peserta upacara terdiri dari anggota TNI / POLRI, para pelajar, mahasiswa, pramuka, PNS dari Pemprov Jawa Tengah maupun PNS perwakilan dari Pemkot Semarang dan berbagai ormas lainnya.
Dalam pidatonya Ganjar Pranowo mengatakan, Pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI kali ini, tak terasa sudah 70 tahun kita dapat menghirup Hawa Segar kemerdekaan dan kebebasan dari belenggu kolonialisme dan imperialisme penjajah, bangsa Indonesia sekarang menjadi bangsa yang besar, bangsa yang berdaulat adil dan makmur.
“Indonesia harus bisa menjadi bangsa yang mandiri, bangsa kita harus mampu berdiri di kaki sendiri, tidak boleh tergantung 100 persen dari negara lain, terutama kebutuhan pangan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya ” terangnya.
Dia menambahkan, jangan lupa, bangsa kita Indonesia dulu pernah dikenal sebagai bangsa yang mampu mencapai swasembada pangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, bisa mengekspor pangan hingga keluar negeri.
Ketika diwawancarai para awak media setelah upacara selesai, Ganjar Pranowo menegaskan, pihaknya sekarang memprioritaskan masalah pangan dan kebutuhan pokok lainnya, terutama masalah tingginya harga beberapa kebutuhan bahan pokok dan ketersediaannya dipasaran.
Secara rinci dia menyebut antara lain daging sapi, daging kambing, daging ayam, beras, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih yang belakangan ini harganya cenderung naik dan tidak stabil. Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi ketersediaan berbagai kebutuhan pokok nasional.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah kota maupun kabupaten berupaya menjaga kestabilan harga dan stok yang cukup, salah satunya dengan rutin menggelar operasi pasar secara berkesinambungan ” ujarnya.


SENIN, 17 Agustus 2015
Jurnalis : Eko Sulestyono
Foto : Eko Sulestyono
Editor : ME. Bijo Dirajo