BEM SI Jatim akan Terus Demo Hingga Indonesia Bangkit

Demo Mahasiswa di Malang
CENDANANEWS (Malang) – Mahasiswa Malang dari berbagai Universita bertekad untuk terus menggelar demo hingga Indonesia bangkit dari keterpurukan Ekonomi, Politik. Mereka menilai, saat ini sangat banyak yang perlu dibenahi, termasuk sumber daya alam yang ada.
“Yang jelas Ini bukan aksi yang terakhir, kami akan terus melakukan aksi sampai Negara Indonesia Bangkit dari keterpurukan,”ungkap Korwil BEM-SI Jatim, Reza di Malang, Kamis (21/5/2015).
Disebutkan, besok akan mengirimkan 10-20 perwakilan dari BEM SI Jatim untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi yang diagendakan berada di Surabaya. Mereka ingin menyampaian beberapa hal terkait kondisi di Indonesia.
Reza yang juga selaku Presiden Mahasiswa UB yang Cendana News temui di lapangan Rektorat UB seusai melakukan aksi, mengatakan sangat kecewa dengan hasil yang didapat pada aksi kali ini. 
“Sebenarnya hari ini merupakan momentum yang tepat untuk bertemu Presiden Jokowi di Malang, namun sayang keinginan kami tidak tercapai karena di hadang oleh pihak kepolisian”, ujarnya.
Keinginan kami sebenarnya simple, kami hanya ingin bertemu langsung dengan Jokowi untuk menyampaikan langsung 3 gugatan kami yaitu kembalikan subsidi BBM, Nasionalisasi aset seperti Freeport dan blok Mahakam, serta mengevaluasi kembali Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Kami hanya butuh bertemu Jokowi 3 menit saja untuk menyampaikan gugatan kami. Apabila Presiden tidak bisa bertemu dengan kami, paling tidak bisa berbicara dengan kami melalui telepon, ini yang membuat kami kecewa”, jelas Reza.
Sebelumnya, setelah kurang lebih 6 jam dengan mengusung “Jatim Menggugat”,para Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jatim dari beberapa Univesitas yang ada di Jawa Timur menggelar aksi turun ke jalan. Aksi yang di mulai dari dalam Kampus Universitas Brawijaya yang kemudian dilanjutkan menuju ke Kota Batu ini selalu dihadang oleh pihak kepolisian.
Saat massa aksi menuju Kota Batu, tiba-tiba ditengah perjalanan para massa aksi ini dihadang oleh pihak kepolisian. Massa aksi dilarang melanjutkan perjalanan ke Kota Batu untuk menemui Presiden Jokowi. Sempat terjadi aksi dorong dan pemindahan kendaraan secara paksa oleh pihak kepolisian kepada massa aksi. Mahasiswa yang kalah personil, akhirnya memutuskan untuk mundur beberapa meter agar tidak menggangu lalu lintas. Dan mengirimkan perwakilan dari massa aksi untuk bernegosiasi dengan pihak keamanan. 
Setelah kurang lebih setengah jam, para negosiator dari Mahasiswa mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah meninggalkan Malang dan menuju Surabaya. Massa yang kurang puas dengan hasil tersebut akhirnya membakar “keranda mayat” yang sebelumya telah mereka siapkan. Seusai membakar keranda, para massa aksi ini membubarkan diri dengan tertib.
Hal senada juga disampaikan Presiden BEM Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Ribut Wayudi. Disebebutkan, sebenarnya mereka menginginkan bisa berdiskusi dengan aparat sampai menemukan kesepakatan, baru setelah itu kami akan meminggirkan massa aksi dan juga kendaraan kami dari jalan. Namun ternyata sebelum sempat bediskusi dan berkonsolidasi, aparat keamanan sudah mendorong dan meminggirkan paksa motor mereka. Kejadian ini dibenarkan oleh Febrian selaku Presiden BEM Universitas Erlangga Surabaya.
Febrian mengaku, bahwa ada dari teman-temannya yang tadi terkena pukulan, tendangan bahkan injakan dari pihak keamanan. Selain itu ada juga kendaraan dari teman-teman yang rusak karena di seret dan di pinggirkan secara paksa oleh pihak keamanan.


——————————————————–
Kamis, 21 Mei 2015
Jurnalis     : Agus Nurchaliq,
Fotografer : Agus Nurchaliq,
Editor       : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...