Tumpukan Sampah Akibatkan Air Meluap ke Jalinsum

Seorang Pengendara Melintasi Tumpukan Sampah di Jalinsum [Foto:CND]
CENDANANEWS(Lampung)– Sampah berbagai jenis menyumbat selokan di Jalan Lintas Sumatera tepatnya berada 50 meter dari Pesantren Ushuludin Desa Belambangan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Sampah tersebut mengakibatkan s aat hujan air meluap hingga ke Jalan Lintas Sumatera dan membanjiri jalanan.
Warga Desa Blambangan Kecamatan Penengahan, Bambang (34) menyebutkan, selama ini selokan tak pernah bersih total karena banyaknya warga yang lalu lalang dan membuang sampah langsung ke selokan di wilayah aliran sungai.
“Bukan hanya di sini, ada beberapa aliran sungai kecil Jalinsum semuanya rata rata membawa sampah,” ujar Bambang Jumat (10/4/2015).
Sementara itu Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (KUPT) Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Penengahan, Bakauheni dan Ketapang  M.Budhi mengaku sudah melakukan pembersihan selokan tersebut.
“Setelah banjir sampah yang masuk ke selokan volumenya sangat banyak dan bahkan menyumbat ke gorong gorong yang ada di bawah Jalinsum,” ujar M. Budhi.
Ia bahkan mengungkapkan banyaknya volume sampah berupa plastik, kayu tersebut bahkan membuat sampah di dalam gorong gorong tak bisa dikeluarkan. Akibatnya air meluap karena tak bisa mengalir, hal tersebut diperparah dengan adanya bangunan di dekat selokan yang menutup selokan lain yang seharusnya bisa mengarahkan air ke arah selokan lainnya.
Budhi mengungkapkan Dinas PU setempat sudah menyampaikan keadaan tersebut sebab wewenang gorong gorong tersebut ada di pusat karena Jalan Lintas Sumatera merupakan jalan nasional.
“Untuk selokannya sudah kita tangani dengan melakukan pembersihan namun untuk perbaikan gorong gorong atau memperluasnya ini wewenang pusat,” ujar Budhi.
Hingga berita ini diturunkan, gorong-gorong yang tersumbat tersebut semakin banyak ditambah cuaca di Lampung Selatan masih sering turun hujan sehingga dikuatirkan volume sampah akan terus meningkat.
Dampak secara langsung selain menimbulkan bau tak sedap, sampah berupa kayu yang masuk ke badan jalan membahayakan pengendara kendaraan serta banjir yang meluap ke jalan mengakibatkan aspal mengelupas dan menimbulkan lubang.

———————————————————-
Jumat, 10 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...