| Ogoh-Ogoh [Foto: CND] |
CENDANANEWS – Hari Raya Nyepi merupakan salah satu Hari raya besar bagi umat Hindu. Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937 kali ini yang diselenggarakan di lapangan Rampal Kota Malang berlangsung cukup meriah, meskipun dengan cuaca yang mendung dan sedikit gerimis namun tidak menyurutkan semangat umat Hindu untuk merayakan Tahun Baru Caka 1937.
Selain umat Hindu kota Malang, umat Hindu dari luar Kota Malang juga datang ke Lapangan Rampal bahkan masyarakat umum juga ikut berbondong-bondong datang untuk menyakasikan perayaan Tawur Agung Kesangan Tahun Baru Caka 1937.
Tawur Agung KesanganTahun Baru Caka 1937 di hadiri langsung oleh Kapolresta Malang, Komandan Kodim dan Walikota Malang yang diwakili oleh Asisten 3 Drs. Abdul Malik. Acara ini dimulai tepat pukul 13.30 wib yang diawali dengan persembahan Tari Panjabrahma yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia Drs. Ida Bagus Ketut Dirga.
Setelah sambutan dari ketua panitia, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang Bapak Putu Moda Arsana. Dalam sambutannya, dia menjelaskan bahwa “nyepi sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam yaitu sebagai sarana untuk melakukan introspeksi diri, dimana umat Hindu diwajibkan Amati geni yang memiliki arti tidak melakukan atau menimbulkan perapian baik api yang ada di dalam tubuh maupun diluar tubuh” jelasnya. Putu melanjutkan , selain itu umat hindu Hindu juga diwajibkan “amati karya atau tidak bekerja, tidak diperbolehkan bepergian dan tidak boleh makan pada hari Raya Nyepi, hal ini dilakukan agar umat Hindu bisa mendengar suara hati dan suara Adnan”, sambungnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan Tari Cendrawasih dan diteruskan oleh sambutan Walikota Malang yang kali ini tidak dapat hadir dan dibacakan oleh Asisten tiga Drs. Abdul Malik. Dalam sambutannya, Walikota Malang mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan mendoakan semoga umat Hindu mendapatkan berkah dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga mampu berpikir dan berucap secara benar untuk membangun diri demi terciptanya masyarakat Indonesia yang aman. Sejahtera dan damai secara lahir maupun batin.
Setelah sambutan walikota Malang dibacakan, acara diakhiri dengan kirab Ogoh-ogoh. Terdapat kurang lebih 6 ogoh-ogoh yang disediakan oleh pania penyelenggara untuk di kirab. Masyarakat tampak antusia mengikuti ogoh-ogoh yang di kirab mengelilingi bagian luar lapangan Rampal.
———————————————————-
Jumat, 20 Maret 2015
Jurnalis/Foto : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-