Keberadaan berita hoaks mengenai virus corona baru atau COVID-19, mempengaruhi kinerja tenaga medis melakukan pelayanan penanganan wabah penyakit tersebut.
220 tenaga sukarela yang bekerja di Puskesmas tersebut rata-rata semuanya telah berkeluarga dengan masa kerja lima bahkan 19 tahun, namun belum mendapatkan upah yang layak.