Komisi Independen Pemilihan (KIP/KPU) Provinsi Aceh meminta masyarakat provinsi tersebut berpolitik secara santun dan tidak menebar kebencian melalui media sosial.
Menurut Retno, media sosial sering menjadi tempat saling ejek sehingga memicu pertengkaran di dunia nyata, pola ini juga mewarnai beberapa kasus tawuran pelajar yang terjadi akhir-akhir ini.
"Yang terpenting isi pesan yang disampaikan menarik dan sesuai dengan gaya anak muda sekarang, serta mudah dipahami oleh generasi milenial," katanya, Jumat (31/8/2018).
"Masyarakat perlu mewaspadai adanya berita bohong atau hoaks yang ada di ruang online media sosial," kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Edi Santoso, di Purwokerto, Senin (27/8/2018).
BENGKULU - Pengadilan Agama Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mencatat angka perceraian hingga pertengahan tahun ini mencapai 447 kasus, dan sebagian besar di antaranya dipicu penggunaan media sosial yang kurang bijak.…
GIANYAR - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, mengatakan, pendamping desa saat ini harus "melek" media sosial (medsos).
"Pendamping desa pada era Revolusi Industri 4.0 harus…