Ridwan Kamil Dorong Pers Kedepankan Narasi Persatuan 

Editor: Koko Triarko

JAKARTA, Cendana News – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai pemimpin redaksi media massa memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi opini.

Karena itu, Ridwan Kamil berharap agar media massa mengedepankan narasi-narasi yang mempersatukan, dan mengurangi politik identitas yang tidak perlu.

“Saya titip, ke depan narasi-narasi yang mempersatukan, kurangi politik identitas dan hal-hal yang dapat merusak NKRI,” kata Ridwan Kamil.

Menurutnya, dengan narasi positif Indonesia bisa terus kondusif tanpa gangguan berita-berita yang sifatnya meresahkan.

Dan, tidak memberikan panggung kepada hal-hal yang tidak menginspirasi.

“Kita tentu ingin kondusif, damai, bisa konser lagi, pariwisata maju, dan lainnya,” harapnya.

Ridwan Kamil mengatakan, terciptanya kondusivitas tersebut juga menjadi satu syarat Indonesia bisa menjadi negara adidaya pada tahun 2045.

Dia menegaskan, bangsa ini kalau terus bertengkar tidak akan mempunyai waktu untuk berkembang dan produktif.

“Apa mimpi di masa depan? Semua orang berbicara tentang 2045, saya setuju. Tapi, syaratnya jangan bertengkar karena akhirnya tidak punya waktu untuk berkembang dan produktif,” paparnya.

Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan hal itu ketika menjadi salah satu pembicara pada acara diskusi 10 tahun Forum Pemred di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Selain Ridwan Kami, hadir pula dalam diskusi Forum Pemred bertema Memajukan Pers Menyatukan Bangsa tersebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Kemudian, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Di sela acara, turut ditayangkan pesan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memperingati 10 tahun Forum Pemred.

“Selamat ulang tahun ke-10 Forum Pemred Indonesia, teruslah menunjukkan komitmennya menjaga kebebasan pers,” kata Jokowi.

Jokowi mengajak insan pers untuk terus menghadirkan pemberitaan berdasarkan karya jurnalistik berkualitas, memerangi hoaks dan fitnah yang bisa memecah belah bangsa.

“Saya mengajak untuk terus menjaga hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar,” ujar Presiden Jokowi.

Lihat juga...