Pentingnya Biosecurity dalam Broodstock Center untuk Hasilkan Benih Berkualitas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Upaya pengembangan kemandirian budidaya perikanan Indonesia saat ini masih terhalang oleh sebagian jenis benih yang masih perlu diimpor. Padahal dengan membangun pusat pengembangbiakan induk ikan yang berkualitas dan sumber daya ragam varietas ikan, harusnya upaya pengadaan induk sebagai penghasil benih dapat dilakukan di dalam negeri.

Dosen Prodi Paska Sarjana, Politeknik AUP Jakarta, Dr. Drs. Djumbuh Rukmono, MP menjelaskan pentingnya menjaga biosecurity dan protokol dalam mengoperasikan broodstock center, dalam diskusi budidaya perikanan, Senin (20/9/2021) – Foto Ranny Supusepa

Dosen Prodi Paska Sarjana, Politeknik AUP Jakarta, Dr. Drs. Djumbuh Rukmono, MP menjelaskan, broodstock center atau pusat pengembangan induk, merupakan salah satu komponen penting dalam mengembangkan budidaya perikanan Indonesia dan melepaskan diri dari ketergantungan impor.

“Broodstock center akan bisa mencetak induk unggulan agar mampu menghasilkan benih bermutu tinggi dan mendukung budidaya yang lestari dan berkelanjutan. Sehingga perikanan budidaya Indonesia akan mampu mendukung perekonomian Indonesia dan mensejahterakan masyarakat,” kata Djumbuh dalam talkshow budidaya, Senin (20/9/2021).

Tak hanya untuk perikanan budidaya darat atau air tawar, tapi juga akan mendukung perikanan budidaya laut dan payau. Salah satu contohnya adalah budidaya udang.

“Indonesia memiliki beragam varietas ikan. Sehingga keberadaan broodstock center akan menjamin budidaya dapat berlangsung secara lancar, karena akan menjamin kepastian induk yang baik. Tentunya jika broodstock centernya memang baik dan memenuhi standar untuk menjadi tempat penghasil induk terbaik,” ujarnya.

Untuk membangunnya, hal pertama yang harus dipenuhi adalah calon lokasi yang bebas penyakit. Baik dari lingkungannya maupun proses di dalamnya.

“Faktanya, sudah banyak lokasi yang terjangkit di Indonesia dan menjadi kendala. Ditambah dengan pencemaran lingkungan, yang bisa berasal dari industri maupun rumah tangga. Sehingga perlu diterapkan biosecurity sangat ketat dalam lokasi broodstock center,” ujarnya lagi.

Biosecurity ini misalnya, memastikan semua air yang masuk ke lokasi broodstock center haruslah melewati tandon air, untuk memastikan ada proses pengendapan terlebih dahulu, sebelum air melewati proses filter.

“Proses filter dilakukan untuk memastikan bahwa partikel yang tak tersaring dalam proses tandon untuk mencegah adanya penyakit yang masuk ke dalam broodstock center. Filter yang dilakukan secara bertingkat akan memastikan air yang masuk sudah bersih,” kata Djumbuh.

Biosecurity juga memastikan bahwa ikan calon induk bebas dari penyakit.

“Ini sangat penting. Jika calon induk memiliki penyakit maka turunannya juga akan mewarisi penyakit tersebut,” urainya.

Hal lainnya, terkait pencegahan kontaminasi pada calon induk ikan adalah memastikan jalur masuk keluar barang dan orang yang terpisah.

“Jalur ini juga harus dipastikan steril dan mendapat tindakan disinfeksi. Agar memastikan tak ada celah paparan penyakit yang akan masuk ke area broodstock. Dan tak ada orang yang masuk ke area broodstock, selain petugas yang berwenang. Hal ini memastikan tak ada penyakit maupun suara bising yang memiliki potensi akan mengganggu proses perkembangbiakan,” urainya lebih lanjut.

Djumbuh juga menyebutkan, perlu dilakukan disinfeksi wilayah kerja dan sterilisasi alat secara berkala, untuk memastikan tak ada titik bagi penyebaran penyakit.

“Jika sudah dipastikan upaya menghindari penyakit terlaksana, langkah selanjutnya adalah memastikan calon induk terhindar dari stres, baik kimiawi, fisik, biologi maupun prosedural. Ikan harus diperlakukan secara baik dan wadah tempat tinggal juga harus menimbulkan kenyamanan bagi ikan,” ucapnya.

Djumbuh menyebutkan ada beberapa penyakit yang berpotensi muncul di area broodstock center, sebagai akibat tak laiknya proses filter atau tak dipatuhinya protokol masuk dan keluar barang dan orang di broodstock center.

“Contohnya penyakit bintik putih atau white spot yang disebabkan oleh virus. Virus ini akan menimbulkan bintik putih pada kulit ikan dan menyebabkan ikan mati pada tingkat 100 persen hanya dalam tempo beberapa hari,” ucapnya lagi.

Penyakit lainnya, adalah penyakit merah atau mobile aeromonas septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri yang mampu menyerang semua jenis ikan pada setiap rentang umur.

“Penyakit ini umumnya disebabkan akibat kondisi stres misalnya karena kepadatan tinggi di wadah, malnutrisi, oksigen rendah maupun fluktuasi suhu ekstrim. Sifat penyakit ini akut dan akan menyebabkan kematian 100 persen jika tidak ada perubahan lingkungan,” kata Djumbuh.

Contoh lainnya, Mycobacteriosis atau Fish TB yang muncul di air tenang atau menggenang. Tandanya adalah lepuhan putih pada organ dalam ikan. Paparan pada manusia adalah rasa gatal.

“Berbagai serangan penyakit ini lah yang menyebabkan broodstock center perlu dibangun dengan biosecurity dan protokol yang ketat. Sehingga benar-benar akan terbentuk induk yang sehat dan mampu menghasilkan benih yang sehat dan kuat,” pungkasnya.

Lihat juga...