Fahriansyah, Andalan Kalsel Mendulang Emas Gulat di PON Papua
BANJARMASIN – Cabang olahraga gulat, tetap menjadi andalan kontingen Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mendulang medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON). Termasuk di PON ke-20 tahun 2021, yang digelar di Papua.
PON yang akan dibuka Presiden RI, Ir H Joko Widodo, pada 2 Oktober 2021 tersebut, menjadi PON keempat yang diikuti Fahriansyah, sebagai salah satu pegulat andalan Kalsel. Fahriansyah menjadi salah satu dari sembilan pegulat yang diturunkan, untuk mempertahankan tradisi medali emas yang didapat kontingen Kalsel disetiap PON.
Tapi di PON ke-19 tahun 2016, di Provinsi Jawa Barat, Fahriansyah yang naik kelas ke nomor 86 Kg, harus merelakan medali emasnya direbut lawan, dia hanya meraih medali perunggu. Bukan tanpa alasan, Fahriansyah harus kalah. Cedera yang menderanya membuatnya harus kalah dengan lawan yang sebenarnya sudah dikalahkannya pada pra-PON. Padahal pada pra-PON 2015 dia meraih medali emas.
Pada PON ke-20 tahun 2021 di Papua ini, Fahriansyah bertekad merebut kembali medali emasnya. Dia sudah sangat siap untuk bertanding meraih prestasi di PON yang mungkin terakhir kalinya bisa diikutinya lagi. Usia yang terus bertambah, kini usianya akan menapaki 34 tahun, di mana peraturan cabang olahraga gulat nasional pada PON hanya membatasi maksimal usia 35 tahun bagi atlet yang boleh ikut, Fahriansyah bertekad mendapat kado manis diakhir karirnya di PON.
Fahri merasa mampu untuk meraih prestasi tertinggi di nomor 86 Kg yang diikutinya kali ini, karena lawan yang akan dihadapinya dapat diperhitungkan kemampuannya. Semuanya sudah menjadi lawan di pra-PON. “Mereka sangat hebat-hebat, tapi saya harus percaya diri, mampu melawan mereka hingga menang, sebagaimana pada pra-PON, saya bisa meraih medali emas,” tuturnya.
Tentunya aset olahraga Kalsel ini tidak bisa diragukan lagi kemampuannya, dia sudah mengikuti beberapa gelaran SEA Games atau pesta olahraga Asia Tenggara untuk membela tanah air.
Fahriansyah pernah meraih prestasi gemilang di ajang SEA Games. Di SEA Games pertamanya pada 2007 yang digelar di Thailand, langsung mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Timnas kembali memanggilnya pada SEA Games 2009 di Laos. Kepercayaan itu pun dibalasnya lagi dengan meraih medali emas.