Koordinator : Petani Butuh Perbaikan Irigasi di Kali Cikarang Hilir, Bukan Imbauan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BEKASI — Koordinator petani dari 16 Desa Wilayah Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Ustadz Jejen Jaenudin menyebut UPTD Lingkungan Hidup Wilayah 1 Babelan gagal paham terkait pengelolaan di aliran sungai Cikarang Hilir yang selama ini ditumpuki sampah.

“Massifnya pemberitaan ternyata menarik perhatian mereka. Tapi ini saya bingung UPTD LH datang ke Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin mengantar surat resmi, isinya meminta desa memberi imbuan ke masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan di aliran kali,” ujar Ustadz Jejen kepada Cendana News, Jumat (20/8/2021).
Dikatakan, tumpukan berbagai jenis sampah sepanjang mata memandang di Kali Cikarang Hilir wilayah Utara Kabupaten Bekasi tersebut datangnya dari hulu. Warga petani di hilir selalu membersihkan sampah tanpa dibantu pihak UPTD LH selama bertahun-tahun.
Menurutnya, sejak massif diberitakan Cendana News, banyak pihak mendatanginya, bahkan dari partai politik. Namun dia menegaskan, yang dibutuhkan petani adalah perbaikan irigasi yang rusak sejak 2009 lalu.
Solusinya yakni perbaikan irigasi yang dibangun sejak era Orde Baru tersebut agar air lancar dan sampah bisa hanyut sampai ke laut, tidak menumpuk di pintu air seperti sekarang terjadi.
“UPTD LH datang menyerahkan surat, foto bersama di kantor desa, tapi isi surat meminta kepala desa mengimbau warganya agar tidak membuang sampah di aliran kali. Saya tegaskan warga disini yang rutin membersihkan sampah di aliran kali, bahkan hingga ke desa lain,” paparnya.
Bahkan sore tadi, jelasnya lebih lanjut, pihak BBWS Citarum ikut datang ke desa Jayabakti untuk meninjau. Tapi jelas Ustadz Jejen, wilayah Kali Cikarang Hilir masuk tanggungjawab wilayah BBWS Cisandane.
“Kenapa yang datang BBWS Citarum. Ini bukan wilayah mereka, tapi wilayah BBWS Cisadane. Setelah dikonfirmasi katanya akan koordinasi dengan BBWS Cisadane untuk menyampaikan kondisi pendangkalan dan tumpukan sampah di Cikarang Hilir,” tukasnya.
Kekinian lanjutnya, saat ini di Wilayah pintu air Cikarang Hulu di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung kembali ditumpuki sampah dari hulu kali Cikarang. Sampah itu kembali dibersihkan oleh petani dari desa Sukajadi, Desa Sukabudi, Desa Sukakerta dengan cara dihanyutkan ke saluran hilir CBL. Dalam waktu dekat ini wilayah Kali Cikarang Hilir akan kembali bertambah ditumpuki sampah.
Kepala Desa Jayabakti, Akim membenarkan telah menerima surat dari pihak UPTD LH Wilayah I Babelan yang isinnya, meminta pihak desa mengimbau warganya untuk tidak membuang sampah di aliran sungai.
“Warga Desa Jayabakti, selalu menjaga kondisi aliran air karena sangat membutuhkan air untuk pertanian mengairi sawah dan lainnya. Tapi saya akan tetap laksanakan dengan membuat papan imbauan dan lainnya,” ucap Akim menunjukkan surat kepada Cendana News.