Tour de France, Tim Bahrain Victorious Diselidiki Karena Doping
Kantor kejaksaan kota Marseille menyatakan, penyelidikan itu berkisar soal akuisisi, penyaluran kepemilikan dan impor zat terlarang atau metode terlarang yang digunakan seorang atlet tanpa justifikasi medis. Bahrain Victorious, sebelumnya sudah menyatakan, “Pada malam Etape 18 Tour de France, Tim Bahrain Victorious menjadi sasaran penyelidikan oleh Polisi Prancis,” ujar tim tersebut.
“Tim dipantau sejumlah petugas setelah mereka datang usai etape 17 ke hotel tim di Pau. Penyelidikan melibatkan penggeledahan kamar pebalap sepeda sebagai bagian dari proses. Meskipun tak mengetahui alasan penyelidikan, tim tetap diminta memberikan semua dokumen pelatihan yang dikumpulkan dan diberikan kepada petugas sesuai permintaan,” pernyataan lebih lanjut tim balap sepeda tersebut.
Direktur teknis tim Bahrain Victorius, Vladimir Miholjevic menambahkan, setelah etape 17, tim didatangi beberapa petugas polisi Prancis. “Kami tak diberi waktu mendengarkan surat perintah dibacakan, tetapi tim memenuhi semua permintaan petugas,” ujarnya.
“Mereka menggeledah semua telepon, pesan pribadi, mereka memeriksa semua barang-barang kami, semua bus, semua mobil, tetapi, tentu saja, mereka tidak menemukan apa-apa karena kami tidak menyembunyikan apa-apa,” tambahnya.
Rekan satu timnya, Sonny Colbrelli mengatakan, para pebalap hanya punya sedikit waktu untuk bersiap setelah melewati etape gunung yang melelahkan Rabu (16/7/2021). “Mereka menggeledah semua kamar, gendarmes (polisi) hanya menjalankan tugasnya. Mereka merapikan kembali semuanya,” kata dia.
Bahrain Victorious telah memenangkan dua etape Tour de France tahun ini, melalui Mohoric dan Dylan Teuns dari Belgia. Sementara pebalap Belanda, Wout Poels, memimpin klasifikasi pegunungan. Pebalap peringkat terbaik mereka dalam klasemen umum adalah, Peio Bilbao dari Spanyol, yang menduduki urutan ke-10 atau terpaut 12 menit 53 detik di belakang pemimpin klasemen, Tadej Pogacar, dari Slovenia yang juga juara bertahan. (Ant)