Olah Raga Saat Pandemi, Jaga Imunitas Tubuh
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Menjaga imun tubuh dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan melakukan olahraga atau aktivitas fisik. Tentunya di saat pandemi, pemilihan olahraga dan aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Spesialis Gizi Klinik, dr. Juwalita Surapsari, SpGK, M.Gizi, menyatakan, sebagai pelengkap nutrisi seimbang yang dikonsumsi, masyarakat harus melakukan olahraga secara rutin.
“Di masa pandemi ini jangan melakukan olahraga untuk mengejar prestasi. Tapi lakukanlah untuk kebugaran tubuh, untuk menjaga imunitas,” kata dr. Lita saat dihubungi Cendana News, Jumat (18/6/2021).
Jika ingin mengejar prestasi, lanjutnya, maka ada standar yang akan diterapkan, yang menyebabkan protokol kesehatan akan ditinggalkan.
“Misalnya, kalau gowes (bersepeda) ingin mengejar top speed, pasti tidak akan menggunakan masker. Begitu pula jika berlari untuk mencapai waktu tercepat. Karena kalau pakai masker pasti akan terasa pengap. Dan tidak akan mencapai target,” urainya.
Olahraga di masa pandemi, sebaiknya dilakukan di pagi hari dan tidak boleh berat.
“Misalnya jalan pagi, dengan ritme tetap selama beberapa menit. Dilakukan pagi-pagi saat belum banyak orang beraktivitas. Kalau sudah ramai ya pulang. Berjemurnya nanti saja di rumah. Dan selama jalan pagi, tetap gunakan masker. Kalau tidak berat maka masker tidak akan menyebabkan pengap,” urainya lebih lanjut.
Berjemur pun, ungkapnya, cukup dilakukan setelah jam 9 pagi sekitar 15 menit saja.
“Jangan dari pagi sampai siang terik. Dan cukup dua hingga tiga kali seminggu,” tuturnya.
Kalau untuk pekerja yang harus menjalani sif malam, olahraga ringan ini bisa digantikan dengan aktivitas ringan.
“Bisa dilakukan dengan berjalan setelah pulang kantor sebelum sampai ke rumah. Jalan kaki ringan saja. Dan minum yang cukup. Karena kebanyakan dari pekerja yang harus sif malam, biasanya kurang minum,” tandasnya.
Secara terpisah, Edukator Kesehatan IMANI PROKAMI, dr. Sari Kusumawati, menyebutkan work from home atau pembatasan sosial bukanlah halangan untuk tetap melakukan olahraga atau aktivitas fisik.

“Tidak mau olahraga karena alasannya tidak boleh keluar, ya itu tidak tepat,” kata dr. Sari.
Misalnya, kalau yang work from home, jangan mengerjakan pekerjaan kantor sambil berbaring di kasur atau di sofa.
“Tapi tetap melakukannya sambil duduk, seperti halnya di kantor. Nah buat ibu-ibu, karena WFH pastinya kan sambil mengerjakan yang lain. Sambil kerja, sambil nunggu masakan. Jadi kan mondar mandir tuh,” ucapnya.
Atau yang suka nonton drakor, jangan nonton sambil memeluk guling dan memeluk makanan ringan.
“Kan bisa nonton sambil menyeterika baju. Atau nontonnya sambil berdiri dan melakukan hal tertentu. Apakah itu sambil memotong bumbu atau sayur. Atau sambil menyapu lantai,” ucapnya lagi.
Ia menyebutkan dengan menyapu lantai selama 30 menit maka kalori yang akan dikeluarkan adalah 117 kalori, menyeterika baju selama 30 menit mengeluarkan 126 kalori dan mencuci baju menggunakan tangan mengeluarkan 106,8 kalori.
“Jadi jangan beralasan kerja di rumah lalu hanya tiduran saja. Apalagi kalau selama di rumah konsumsi makanan tidak sehatnya semakin meningkat. Akhirnya malah jadi sakit,” pungkasnya.