Penyekatan di Perbatasan Garut-Cianjur Diperketat 24 Jam

Petugas gabungan melakukan penyekatan di rest area Cilaki di Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, yang menghubungkan wilayah pantai selatan Jabar mulai dari hari Garut hingga Pangandaran, Sabtu (8/5/2021) – Foto Ant

CIANJUR – Petugas gabungan TNI, Polri, satpol PP, dan aparatur kecamatan, memperketat pemeriksaan kendaraan di perbatasan Garut-Cianjur, Jawa Barat. Penyekata dilakukan selama 24 jam, yang terbagi menjadi tiga sif jaga.

“Hal itu sebagai upaya mencegah masyarakat yang tetap memaksakan diri untuk mudik melalui jalur selatan Cianjur,” kata Kapolsek Cidaun, AKP Sumardi, Sabtu (8/5/2021).

Memasuki H-4 Lebaran 2021, volume kendaraan yang melintasi jalur selatan Cianjur, masih belum mengalami peningkatan. Kendati demikian, penyekatan tetap dilakukan selama 24 jam secara bergantian, guna memastikan tidak ada pemudik yang melintas dengan tujuan selatan Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.

Personel gabungan dari Forkopimcam Cidaun, petugas medis dari puskesmas, dibantu linmas Desa Karangwangi, memperketat pemeriksaan di perbatasan, tepatnya di rest area Cilaki. “Semua kendaraan bernopol luar Cianjur menuju ke Cidaun diperiksa. Kalau ada yang memaksa melintas, akan dipulangkan ke daerah asal,” katanya.

Penyekatan itu sebagai upaya menekan penyebaran virus corona, agar tidak meningkat kembali kasus penularan COVID-19 di masing-masing daerah, termasuk di Cianjur. Saat ini Cianjur diklaimnya, 90 persen masuk dalam zona hijau.

Pada tahun-tahun sebelumnya, jalur selatan Cianjur dilalui banyak kendaraan pemudik dengan tujuan daerah di selatan Garut seperti Tasikmalaya dan Pangandaran. Namun, pada tahun ini ada larangan mudik, sehingga perantau yang biasa melintas dari Bandung menurun tajam, atau tidak seramai tahun sebelum pandemi.

“Kami imbau lebih baik menahan diri untuk tidak mudik tahun ini karena virus corona masih ada. Semoga dengan menahan diri tahun ini, COVID-19 dapat hilang dari muka bumi sehingga tidak ada lagi pembatasan sosial dan silaturahmi tetap berlangsung,” pungkasnya.

Camat Cidaun, Herlan Iskandar, pihanya tidak hanya melakukan penyekatan. Petugas gabungan juga melakukan operasi yustisi, guna meningkatkan kesadaran warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti mengunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Memasuki H-4 ini, belum ada peningkatan volume kendaraan atau kendaraan pemudik yang memaksakan melintas. Namun, penyekatan tetap akan dilakukan sesuai dengan instruksi pemerintah pusat hingga 17 Mei. “Namun, selama penyekatan, petugas memberikan banyak teguran terhadap warga yang tidak mengunakan masker,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...