LAZIMNYA manusia memiliki keinginan yang didorong oleh ketidaktahuan, maupun prasangka yang keliru terhadap Tuhan.
Lalu mereka berdoa, seolah-olah Tuhan begitu bodoh, yang tidak mengetahui keadaannya, situasinya. Seolah bahwa apa yang dilakukannya semata karena usahanya sendiri, bukan karena rahmat Allah kepadanya. Sehingga seringkali, berputus asa ketika permohonannya tidak dikabulkan sesuai keinginannya.
Memperlakukan Tuhan seolah sebagai pesuruhnya, yang jika dia meminta kepada Tuhan lantas tidak dipenuhi ia marah, berkeluh kesah, bahkan berputus asa. Namun ketika hajatnya dipenuhi, ia berlaku angkuh, sombong seperti Qorun yang mengatakan bahwa semua harta yang diperolehnya karena kerja kerasnya dan kecerdasannya semata. Lupa kepada Allah yang telah memberinya, segala apa yang ada pada diri dan hartanya.
Sebab itu, kiranya perlu memberikan semacam contoh sebuah munajat. Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya, serta melipatgandakan nikmat karunia-Nya.
Ya, Allah, Engkau Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Berilah hamba-Mu kemampuan mensyukuri atas segala nikmat pemberian-Mu kepada kami.
Engkau yang mengajari apa yang tidak kami ketahui, maka lindungilah kami dari melupakan apa yang telah Engkau ajarkan.
Engkau yang membuat kami mampu melihat dan mendengar, maka lindungilah agar pendengaran dan penglihatan kami senantiasa berguna bagi kami.
Engkau yang telah menurunkan Alquran, maka anugerahilah kami dengan pemahaman yang benar, sebenar-benarnya benar; atas apa yang telah Engkau firmankan, serta berilah kami keteguhan iman, bimbingan dalam segala hal, agar dapat menjalankan perintah-Mu, menjauhi larangan-Mu.
Engkau yang menciptakan langit dan bumi yang tiada dapat kami temukan kecacatan dalam ciptaan-Mu; maka tolonglah kami ya Allah, jauhkan segala buruk sangka diri kami terhadap segala ciptaan-Mu.
Engkau telah mengutus Rasul-Mu bagi kami; maka tanamkanlah rasa cinta dalam diri kami kepadanya, jauhkan diri kami dari prasangka buruk kepadanya; serta kuatkanlah ikatan hati kami dengannya. Semoga keselamatan dan kedamaian senantiasa Engkau limpahkan baginya, dan bagi kami.
Engkau yang mempergilirkan siang dan malam, mengeluarkan malam dari siang, memasukkan siang ke dalam malam; serta memberikan rezeki yang tiada dapat kami hitung. Maka keluarkanlah apa yang hidup dari mati dalam diri kami; dan jauhkanlah kami dari orang-orang zalim.
Ya Allah, bagaimana mungkin kami melaporkan hal ihwal keadaan kami, keadaan bangsa dan negara kami, sementara pengetahuan-Mu meliputi segala sesuatu. Janganlah Engkau turunkan azab bagi kami, bagi negeri kami karena kelalaian kami; namun ampunilah kami, dan berkahilah kehidupan kami.
Semoga keselamatan dan kedamaian senantiasa Engkau lipatgandakan keharibaan junjungan kami, Muhammad saw, segenap keluarga dan para sahabat beliau, serta kepada seluruh orang beriman dan berserah diri kepada-Mu.
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina adzaaban naar. Walhamdulillahi rabbil aalaamiin. ***
Depok, Jumat 5 Maret 2021