Intensitas Hujan di Bengkulu Mulai Memasuki Fase Menurun

ilustrasi, sebuah kendaraan melintas di tengah turunnya hujan – Foto Ant

BENGKULU – Wilauah Bengkulu, saat ini mulai memasuki fase Monsun Break atau fase intensitas hujan yang mulai menurun. Hal tersebut berdasarkan analisa yang dilakan oleh BMKG Bengkulu.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bengkulu, Anang Anwar menyatakan, berdasarkan hasil analisa, peluang terjadinya hujan selama Desember diperkirakan lebih kecil dibandingkan November. “Puncak musim hujan di Bengkulu itu November, jadi di Desember, kalau bahasa kita itu break atau istirahat,” kata Anang, Senin (30/11/2020).

Dari data yang ada, pada dasarian pertama atau 10 hari pertama Desember, terjadi hujan dengan intensitas menengah. Hujan dengan kisaran 51 hingga 150 milimeter. Pada dasarian pertama itu peluang terjadinya hujan sekitar 70 persen lebih. Kondisi tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu kecuali di daerah Mukomuko bagian Utara.

Sedangkan pada dasarian kedua dan ketiga, peluang terjadinya hujan diperkirakan mencapai 60 hingga 90 persen, dengan intensitas 51 hingga 150 milimeter. “Pengaruh La Nina di Desember nanti tetap harus diwaspadai, apalagi di Bengkulu ini secara historis pernah terjadi hujan besar pada bulan Januari,” paparnya.

Sebelumnya, selama November hampir seluruh daerah di Bengkulu diguyur hujan dengan intensitas deras hingga sedang. Tingginya curah hujan itu bahkan membuat beberapa daerah di Provinsi Bengkulu dilanda banjir dan angin puting beliung. Terbaru, akhir pekan lalu hampir seluruh kecamatan di Kota Bengkulu mengalami banjir, setelah hujan deras mengguyur daerah itu seharian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mencatat, 482 unit rumah warga yang tersebar di dua kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter (cm). (Ant)

Lihat juga...