Melbourne Tutup Aktivitas Usaha Ritel
MELBOURNE – Kota terbesar kedua di Australia, Melbourne, mengumumkan kebijakan pembatasan baru pada sejumlah kegiatan industri, termasuk ritel dan konstruksi mulai Senin (3/8/2020). Menghadapi potensi gelombang dua pandemi COVID-19, Melbourne saat ini sedang memberlakukan jam malam.
Kebijakan tersebut diklaim bagian dari upaya keras untuk mengontrol gelombang baru penyebaran COVID-19. Penutupan usaha-usaha ritel, beberapa manufaktur dan kantor administrasi, diklaim sebagai bagian dari upaya karantina wilayah (lockdown). Kebijakan tersebut diperkirakan berdampak pada 250.000 pekerjaan.
Negara Bagian Victoria telah mengumumkan “status darurat” pada Minggu (2/8/2020) akibat lonjakan angka penularan COVID-19 di masyarakat. Australia bernasib lebih baik daripada berbagai negara lain, dengan jumlah kasus virus corona sebanyak 18.361 kasus infeksi dan 221 kasus kematian. Namun, negara itu kini berisiko kehilangan kendali atas virus itu di Victoria, negara bagian yang hingga kini telah menerapkan pembatasan paling keras di seluruh negeri.
Negara-negara bagian tetangga Victoria, New South Wales dan South Australia, juga telah meningkatkan berbagai upaya pencegahan. “Meski begitu menyedihkan untuk menutup tempat-tempat pekerjaan, ini harus kami lakukan untuk menghentikan penyebaran virus yang sangat menular ini. Kalau tidak demikian, kita bukannya menjalani pembatasan selama enam pekan, melainkan enam bulan,” kata kepala pemerintahan Victoria, Daniel Andrews.
Aktivitas produksi di toko-toko daging akan dikurangi hingga sepertiga, dan para pekerja akan dilengkapi dengan alat pelindung diri. Sementara aktivitas-aktivitas konstruksi juga akan dikurangi. Gerai-gerai supermarket akan tetap buka, begitu pula layanan pembelian makanan di restoran untuk dibawa pulang dan layanan antar, namun banyak toko-toko ritel akan tutup.
Andrews mengumumkan, pembayaran sebesar 5.000 dolar Australia (sekitar 52 juta rupiah), bagi bisnis-bisnis yang terdampak. Ia juga mengisyaratkan, akan memberi pengumuman lebih lanjut pada Selasa (4/8/2020) mengenai pemberlakuan denda, penegakan aturan serta pendidikan.
Disebut-sebut, sekolah-sekolah akan melakukan melakukan pembelajaran jarak jauh, Rabu (5/8/2020). “Ini adalah hari yang sangat sulit, dan akan ada banyak lagi hari-hari seperti ini sebelum kita bisa melalui ini,” kata Andrews.
Sejumlah pembatasan diumumkan pada Minggu (2/8/2020), termasuk jam malam dari pukul 20.00 hingga 05.00 waktu setempat. Jam lama diberlakukan selama enam pekan. Dengan aturan itu, hampir lima juta penduduk kota tersebut dilarang pergi keluar rumah, kecuali untuk bekerja atau mendapatkan atau memberikan perawatan. “Ini sangat menyedihkan, tak ada yang menginginkan sampai seperti ini,” kata kepala badan keuangan Victoria, Josh Frydenberg.
Victoria berkontribusi sebesar seperempat pada ekonomi nasional. Negara bagian itu melaporkan adanya 429 kasus baru COVID-19 pada Senin (3/8/2020). Jumlanya menurun dari 671 kasus baru pada Minggu (2/8/2020). Namun mencatat adanya 13 kematian tambahan, yang menjadi tertinggi kedua dalam jumlah kematian harian. (Ant)