Libur Panjang, Objek Wisata Bahari di Lamsel Dikunjungi Warga
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Sejumlah objek wisata bahari di Lampung Selatan (Lamsel) dipadati pengunjung.
Made Sutiyo, salah warga Desa Tridharmayoga, Kecamatan Ketapang di pantai Onaria menyebut pengunjung mulai datang sejak pagi. Libur panjang akhir pekan, HUT Kemerdekaan RI Ke-75 dan tahun baru Islam 1442 Hijriyah jadi pemicu peningkatan jumlah wisatawan.
Sebagai salah satu pelaku usaha wisata sekaligus pengelola ia menyebut sejak pagi kunjungan sudah lebih dari 100 orang. Dalam sehari kunjungan wisatawan akan meningkat menyamai liburan Iduladha mencapai 500 orang per hari. Meningkatnya kunjungan wisatawan ke objek wisata bahari jadi peluang peningkatan ekonomi warga.
Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata bahari disebutnya didominasi keluarga lengkap dengan anak-anak. Peluang menyediakan jasa ban dalam sebagai pelampung menurut Wayan Sutiyo memberi penghasilan tambahan. Sang istri membantun berjualan makanan dan minuman ringan pada objek wisata bahari tersebut.
“Libur pada pekan kedua bulan Agustus ini cukup panjang, karena ada tanggal merah berturut-turut dimanfaatkan masyarakat mengunjungi destinasi wisata bahari salah satunya pantai Onaria,” terang Wayan Sutiyo saat ditemui Cendana News, Minggu (16/8/2020).
Pengelolaan objek wisata bahari pantai Onaria menurut Wayan Sutiyo dilakukan oleh desa Tridharmayoga. Wisatawan yang berkunjung menurutnya diwajibkan memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan sesuai protokol kesehatan. Pemeriksaan ketat pada pintu masuk objek wisata bahari menurutnya dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Peningkatan kunjungan ke destinasi wisata bahari menurut Wayan Sutiyo didukung kondisi pantai yang mendukung. Pantai dengan kontur datar dan dangkal tersebut membuat pengunjung yang membawa anak-anak lebih aman. Pantai dengan ombak yang tenang dan jernih tersebut dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berenang dan mandi.
“Anak-anak bisa berenang dengan aman meski tetap mendapatkan pengawasan dari orangtua,” paparnya.
Padatnya kunjungan wisatawan ke pantai Onaria menurut Wayan Sutiyo ikut berdampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat. Sebab sebagian warga memilih menjual sejumlah usaha kuliner dan menyediakan wahana permainan. Sebagian warga memilih menjual minuman dan makanan ringan berupa es kelapa muda, bakso, mi ayam dan berbagai makanan.
Rukmiati, salah satu wisatawan menyebut mengunjungi pantai jadi alternatif pengisi akhir pekan. Libur panjang HUT Kemerdekaan RI Ke-75 dan tahun baru Islam yang merupakan libur nasional jadi kesempatan untuk mengajak keluarga mengunjungi pantai. Kegiatan makan bersama dengan bakar ikan menjadi sarana untuk meningkatkan kebersamaan.
“Wisata bahari jadi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan karena anggota keluarga bisa berkumpul,”ujarnya.
Selain pantai Onaria, objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan berada di wilayah Bakauheni. Sejak Sabtu (15/8) objek wisata pantai Belebuk, Tanjung Tuha, Minangruah dan pulau Mengkudu ramai dikunjungi wisatawan.
Rohmat, ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau menyebut tren kunjungan ke objek wisata bahari meningkat sejak dua bulan terakhir.

“Tren mengunjungi objek wisata bahari meningkat karena minat untuk menikmati suasana di alam mengatasi kebosanan,” terang Rohmat.
Alternatif mengunjungi destinasi wisata bahari menurutnya sesuai keinginan wisatawan. Sejumlah wisatawan yang menginginkan tempat sunyi, hening bisa mendatangi pulau Mengkudu.
Akses jalur darat dan laut menurut Rohmat bisa ditempuh oleh wisatawan. Beroperasinya objek wisata pulau Mengkudu memberi dampak positif bagi pelaku usaha jasa ojek perahu.
Kunjungan wisatawan ke pulau Mengkudu menurut Rohmat sebagian melakukan reservasi online. Sebab reservasi online memudahkan penyiapan akomodasi transportasi, penginapan.
Daya dukung objek wisata bahari pulau Mengkudu menurutnya cukup baik karena telah memenuhi standar. Faktor keamanan dan kenyamanan didukung dengan peningkatan fasilitas dan kualitas sumber daya manusia yang terlatih.