Final Liga Champions, Boateng Diharapkan Tampil Bugar

Bek senior Bayern Muenchen, Jerome Boateng, mengikuti sesi latihan di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Sabtu (22/8/2020) waktu setempat – Foto Ant

JAKARTA – Manajer Bayern Muenchen, Hansi Flick berharap, bek senior Jerome Boateng bisa cukup bugar, untuk melakoni partai final Liga Champions kontra Paris Saint-Germain (PSG). Laga penentuan akan digelar di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Minggu (23/8/2020) waktu setempat atau Senin (24/8/2020) WIB.

“Jerome berlatih dengan kami, dan sebagai pelatih kepala saya akan selalu menunggu hingga sesi terakhir latihan usai. Tentu saya berharap Jerome akan cukup bugar, supaya bisa main sejak awal, setelah latihan kami akan berbicara dengan staf untuk membahas bagaimana langkah terbaik,” kata Flick, Minggu (23/8/2020) dini hari WIB.

Boateng diragukan bisa tampil sejak awal laga di final, sebab dalam laga semifinal kontra Olympique Lyon, bek berusia 31 tahun itu cuma main satu babak. Dia digantikan Niklas Sule, selepas istirahat karena cedera. Situasi yang sama juga diakui Flick terjadi dengan Benjamin Pavard, kemungkinan bek Prancis itu bisa main sejak awal. “Kami belum bisa mengatakan apakah ia turun sejak awal atau tidak besok. Kita lihat nanti, situasinya sama seperti Jerome Boateng, ia hanya bisa turun sejak awal jika bugar 100 persen,” kata Flick.

Di sisi lain, Flick dan stafnya juga mempertimbangkan peran Kingsley Coman dan Philippe Coutinho, yang di tiga pertandingan sebelumnya, kedua pemain tersebut kerap diandalkan turun sebagai pemain pengganti, meski cukup memberi kontribusi positif.

Coutinho mencetak dua gol dan satu assist setelah turun dari bangku cadangan, ketika Bayern melumat Barcelona 8-2 di perempat final. “Ketika turun dari bangku cadangan, Kingsley dan Philippe memperlihatkan mereka bisa menambah kekuatan tim di lapangan,” jelasnya.

Bek Bayern Muenchen, Joshua Kimmich (kanan), berbincang dengan manajer timnya Hansi Flick di sela-sela sesi latihan di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Sabtu (22/8/2020) waktu setempat, sehari jelang final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain – Foto Ant

Sementara itu, bek Bayern Muenchen, Joshua Kimmich yakin, timnya tidak menempuh strategi bertahan di laga final Liga Champions melawan PSG, hanya demi membendung marabahaya yang mungkin ditimbulkan Kylian Mbappe atau Neymar. Kimmich mengaku belum tahu, apakah ia akan diturunkan sejak awal sang manajer Hansi Flick.

Tetapi mengira bakal ditempatkan di sektor kanan, yang artinya bakal bertugas mengawal pergerakan Mbappe atau Neymar. “Saat ini kami belum tahu starting eleven untuk besok, tetapi jika dimainkan, saya pikir akan main di sektor bek kanan. Itu berarti saya akan bertemu Neymar atau Mbappe, dua pemain yang bisa menyerang dengan bagus, tetapi saya pikir kami tidak akan main terlalu bertahan,” kata Kimmich.

Menurut Kimmich laga besok adalah pertemuan dua tim yang sudah membuktikan kekuatannya merintis jalan menuju final, sehingga akan menjadi pertandingan yang menarik untuk disimak. “Kami bersiap untuk laga yang berimbang, ini adalah dua tim kuat yang pantas untuk tampil di final,” katanya.

Di sisi lain, laga final kali ini merupakan capaian pertama bagi Kimmich dalam lima musim penampilan bersama Bayern di kancah sepak bola paling bergengsi di Eropa itu. Ia berharap bisa lebih beruntung dibanding skuat Bayern, yang menjuarai Liga Champions 2012/13 setelah penampilan ketiga di partai final dalam kurun waktu empat musim. “Generasi sebelumnya membutuhkan beberapa percobaan untuk bisa mengangkat trofi, tapi kami ingin mengangkatnya di kesempatan pertama dan besok kami akan mengerahkan semua kemampuan agar itu terwujud,” pungkas Kimmich.

Jika berhasil menjadi juara, maka Bayern akan menyamai rekor Liverpool dengan torehan tujuh kali juara di kompetisi tersebut. (Ant)

Lihat juga...