TNLL Sulteng  Miliki Potensi Wisata Non-Kayu Berbasis Lingkungan

PALU – Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL), Jusman, mengungkapkan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di Sulawesi Tengah memiliki potensi wisata nonkayu berbasis lingkungan, di antaranya flora, fauna dan ekosistem.

Potensi-potensi wisata tersebut perlu sentuhan berbagai pihak, agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah, utamanya masyarakat yang tinggal di sana, namun harus tetap menjaga kelestarian sumber daya flora, fauna dan ekosistem serta tidak merusak kawasan TNLL.

“Untuk floranya, di TNLL terdapat lebih kurang 266 jenis flora dan beberapa di antaranya endemik, memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 150 jenis per hektare,” katanya dalam Web Seminar (Webinar) bertajuk Hasil Hutan Bukan Kayu dan Pengembangan Sektor Wisata Berbasis Lingkungan di Landscape Lariang TNLL yang diadakan Relasan Orang dan Alam (ROA) Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (30/7/2020).

Kemudian, lanjutnya, TNLL memiliki empat zona vegetasi, antara lain dataran rendah, sub pegunungan, pegunungan dan sub alpin.

“Sementara untuk fauna di TNLL, terdapat tiga spesies yang menjadi prioritas nasional untuk peningkatan populasi, yaitu burung maleo, babirusa dan anoa. Selain itu, terdapat 77 spesies mamalia, di antaranya merupakan endemik, yaitu tarsius, macaca tonkeana dan kaskus Sulawesi,” terangnya.

Juga ditemukan 225 jenis burung yang 97 jenis, di antaranya merupakan endemik di Pulau Sulawesi, yakni rangkong, nuri Sulawesi dan taktarau iblis.

Apalagi, kata Jusman, UNESCO telah menetapkan TNLL sebagai cagar biosfer dunia pada 2019, sehingga seluruh pihak mesti menjaga kelestarian flora, fauna dan ekosistem yang ada di sana.

“Di TNLL sudah ada beberapa objek wisata yang dikembangkan, baik oleh TNLL, masyarakat dan kolaborasi BTNLL dengan masyarakat di kawasan TNLL, seperti yang sudah kita tahu bersama ada Danau Tambing, Danau Tauji di Dongi-Dongi, Air Terjun Maima dan wisata megalitik serta masih banyak lagi,” ucapnya.

Ia menyebut, masyarakat yang bermukim di TNLL telah memanfaatkan potensi flora, fauna dan ekosistem di kawasan tersebut secara turun temurun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Sulteng, I Nyoman Sriadijaya, dalam Webinar tersebut meminta BTNLL agar menginformasikan kepada Dinpar Sulteng jika pihaknya mengadakan agenda pariwisata di kawasan TNLL.

“Selama ini, kami tidak pernah diinfokan dan diundang jika ada agenda wisata di TNLL, agar kami bantu promosikan,” pintanya. (Ant)

Lihat juga...