Paceklik, Usaha Telur Asin Terhambat Bahan Baku
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
CILACAP – Meskipun sudah masuk era new normal, namun usaha telur asin sampai saat ini masih tersendat. Akibat paceklik, pelaku usaha telur asin kesulitan untuk mendapatkan bahan baku.
Salah satu pelaku usaha telur asin di Dusun Babakan, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Misdi mengatakan, hari ini ia sudah tidak mempunyai bahan baku telur bebek. Para peternak bebek langganannya sedang tidak ada yang panen. Sebagian dari mereka juga sudah menjual bebek-bebek usia produktif untuk menyambung hidup.
“Kalau kata orang sekarang sedang musim paceklik, peternak bebek banyak yang menjual bebeknya, sehingga penjual telur asin seperti saya ini, kesulitan mendapatkan bahan baku,” kata Misdi yang merupakan nasabah dari ‘Modal Kita’, Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera Cilacap, Kamis (23/7/2020).
Selain langka, harga telur bebek juga sedang tinggi. Hal tersebut dikarenakan para peternak bebek harus mengeluarkan biaya lebih untuk pakan ternaknya. Sebab, sekarang tidak ada sawah yang panen, sehingga pakan bebek semuanya harus disediakan sendiri.
Misdi mengatakan, saat ini ia hanya memiliki sisa stok telur asin sebanyak 500 biji dan akan dipasarkan besok. Setelah itu, lusa ia kembali berhenti berjualan.
“Produksi telur asin lagi, nanti tunggu ada stok, paling sekitar 2 bulan lagi. Untuk sementara mungkin cari barang rongsok lagi, untuk menyambung hidup,” tuturnya.
Di tengah kondisi yang sulit tersebut, Misdi mengaku sampai saat ini belum bisa membayar angsuran bantuan pinjaman modal di Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera. Sehingga sampai sekarang sudah empat bulan ia belum bisa membayar angsuran.
“Untuk makan saja seadanya, jadi belum bisa menyisihkan uang untuk bayar angsuran ke koperasi. Untungnya ada kebijakan untuk penundaan pembayaran angsuran,” katanya.
Dalam kondisi normal, sehari Misdi bisa menjual telur asin sampai 500 biji lebih. Ia berkeliling ke warung-warung langganannya, bahkan sampai keluar Kecamatan Wanareja. Selama new normal ini, ia hanya berkeliling tiga kali dalam seminggu dan besok bahkan sudah kembali tidak bisa berjualan.
Sementara itu salah satu peternak bebek, Rochidi mengatakan, harga telur bebek mentah sekarang Rp 2.200 per biji. Itupun susah diperoleh, karena banyak peternak yang menjual bebeknya.
“Peternak menjual bebek karena biaya pakannya mahal, biasanya kita sangat terbantu dengan adanya petani yang selesai panen. Bebek bisa mendapatkan suplai makanan di lahan tersebut, sehingga mengurangi biaya pakan yang harus kita keluarkan. Namun, dalam paceklik sekarang, petani yang panen sudah tidak ada,” jelasnya.