Wisata Bahari Pantai dan Pulau Mengkudu Kembali Dibuka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Masa adaptasi kenormalan baru atau new normal mulai dimanfaatkan pengelola objek wisata bahari pantai dan pulau Mengkudu. Rohmat, salah satu pengurus menyebutkan, pihaknya sudah sejak sepekan silam membuka objek wisata untuk pengunjung.

Rohmat, salah satu pengurus objek wisata pantai dan pulau Mengkudu. Foto: Henk Widi

Pembukaan objek wisata bahari di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) dilakukan setelah tiga bulan ditutup. Antusiasme wisatawan menikmati suasana pantai diakui Rohmat membuat pengelola memutuskan mengizinkan pengunjung. Protokol kesehatan (prokes) tetap dijalankan bagi pengelola dan pengunjung yang datang.

Berdasarkan data semenjak kembali dibuka rata rata dalam sehari pengunjung mencapai 100 orang. Kunjungan wisatawan semakin meningkat saat akhir pekan dengan minat masyarakat untuk rekreasi.

“Pengelola menambah sejumlah wahana baru sebagai sumber daya tarik salah satunya wahana rumah apung, kano, hammock, saung bambu dan fasilitas lain yang disempurnakan selama masa penutupan tiga bulan,” terang Rohmat saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (21/6/2020).

Prokes yang wajib dilakukan oleh pengunjung dan pengelola menurutnya sesuai dengan anjuran pemerintah. Tiga poin penting yang dijalankan meliputi wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Objek wisata yang mulai bisa diakses melalui jalur darat menurut Rohmat mempermudah kunjungan. Usai land clearing perbukitan di wilayah tersebut kendaraan roda dua bisa mengakses hingga ke tepi pantai. Sementara untuk menuju ke pulau Mengkudu dalam kondisi air pasang harus menggunakan perahu. Disediakan fasilitas rumah apung yang berfungsi sebagai tempat bersantai dan juga rakit.

“Konsep rumah apung dengan memakai drum ponton menjadi wahana baru yang unik,disukai untuk berfoto sekaligus fungsional sebagai rakit,” cetus Rohmat.

Sejumlah wahana yang disiapkan menurutnya bisa disewa ke pengelola dengan harga terjangkau. Kondisi pantai dan pulau Mengkudu yang bersih dengan dominasi warna pasir putih dan laut yang bening jadi alternatif untuk rekreasi.

Dewi, salah satu pengunjung di pantai dan pulau Mengkudu menyebut pertama kalinya datang setelah masa Covid-19. Ia menyebut terakhir ke destinasi tersebut saat akhir tahun, namun imbas Covid-19 sejumlah objek wisata ditutup.

“Selama masa kerja dari rumah kerap dilanda kebosanan namun kunjungan ke pantai bisa melepaskan penat,” cetusnya.

Ardy, salah satu pemandu wisatawan yang kerap mengantar pengunjung mengaku terbantu dengan dibukanya objek wisata bahari. Penyuka petualangan tersebut mengaku banyak wisatawan yang sudah ingin menikmati keindahan alam pantai. Sejak sepekan lalu ia telah mengantar belasan wisatawan untuk mengunjungi objek wisata bahari.

Objek wisata bahari yang dikunjungi menurut Ardy berada di batu alif, pantai Minang Rua, pantai Belebuk dan pantai, pulau Mengkudu. Semua objek wisata tersebut mulai dibuka meski belum ramai pengunjung. Kepada wisatawan yang dipandu ia menyarankan memakai masker dan prokes yang ditetapkan. Operasional wisata bahari diakuinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha wisata.

Lihat juga...