Terapkan Protokol Kesehatan, Pasar Bukateja Ramai Pembeli
Editor: Koko Triarko
PURBALINGGA – Pasar Bukateja merupakan pasar tradisional yang paling siap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sehingga para pembeli merasa aman dan para pedagang di pasar tersebut juga ramai pembeli. Para pedagang di pasar ini dilengkapi masker dan face shield, yang membuat interaksi antarpedagang dengan pembeli menjadi nyaman. Tiak khawatir terjadi penularan melalui droplet.
“Lebih suka belanja di Pasar Bukateja ini, karena pedagangnya menerapkan protokol kesehatan, sehingga kita yang berbelanja merasa lebih nyaman,” kata salah satu pembeli, Neni, Selasa (16/6/2020).
Penerapan protokol kesehatan tersebut juga berdampak terhadap pendapatan para pedagang. Salah satu pedagang di Pasar Bukateja, Marni, mengatakan sejak penerapan protokol kesehatan, dagangannya lebih banyak yang membeli.
“Saya jualan aneka bahan makanan setengah matang, misalnya kolang-kaling untuk kolak, cincau dan lainnya. Kemarin sempat sepi pembeli, bahkan sampai pernah tidak berjualan. Namun, setelah semua pedagang dilengkapi penutup wajah dan tertib menggunakan masker, pembeli berdatangan,” tuturnya.
Tak hanya itu, antara pembeli dan pedagang yang berada di kios-kios juga dilengkapi pembatas dari plastik yang transparan. Sehingga physical distancing terjaga di pasar ini.
Sementara itu, Kepala Pasar Bukateja, Solikhin, mengatakan jumlah pedagang di pasar tersebut cukup banyak, yaitu ada 454 orang, terdiri dari 336 pedagang yang menempati loss dan 118 pedagang menempati kios. Ide awal untuk menerapan protokol kesehatan secara maksimal, dilatarbelakangi sepinya pembeli.
Ia kemudian mengajak paguyuban pedagang untuk bermusyawarah, dan akhirnya disepakati guna menerapkan protokol kesehatan. Di pintu masuk pasar, disediakan tempat untuk cuci tangan, setelah itu ada petugas yang mengukur suhu para pembeli yang hendak masuk.
“Baik sekat pembatas maupun face shield serta masker, semua diadakan secara mandiri oleh para pedagang. Ada yang beberapa pedagang membeli perlengkapan dengan dikoordinir, ada juga yang membeli sendiri. Semua dilandasi keinginan supaya pasar kembali ramai,” jelasnya.
Usaha tersebut ternyata membuahkan hasil. Pasar yang beroperasi hingga sore hari ini, mulai ramai pembeli. Perekonomian di pasar tersebut menggeliat dan para pedagang makin bersemangat untuk menerapkan protokol kesehatan.
“Pasar di era new normal seharusnya memang menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh. Dan, para pedagang di sini sudah siap serta memahami hal tersebut, sehingga jangan takut untuk berbelanja di pasar tradisional,” tegas Solikhin.